Share

Sains Buktikan Bulan Menjauhi Bumi Layaknya Keterangan Alquran, dan Akhirnya Meledak

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Jum'at 15 April 2022 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 14 56 2579345 sains-buktikan-bulan-menjauhi-bumi-layaknya-keterangan-alquran-dan-akhirnya-meledak-rZMFDauZMV.jpg Sains buktikan Bulan menjauhi Bumi layaknya keterangan Alquran, dan akhirnya meledak (Foto: NASA)

JAKARTA - Sains telah membuktikan bahwa Bulan bergerak menjauhi Bumi, hal ini layaknya keterangan dalam Alquran. Disebutkan, pada akhirnya Bulan akan meledak.

Dirangkum dari buku 'Sains dalam Alquran' karya Nadiah Thayyarah dijelaskan, jika penelitian-penelitian astronomis telah membuktikan bahwa Bulan terus-menerus menjauh dari Bumi.

Pakar astronomi mengatakan, Bulan yang berjarak 300 ribu kilometer dari Bumi terus menjauh, di mana pergerakannya 3 sentimeter per tahun.

Gerakan menjauh ini, pada suatu saat nanti akan membawa Bulan masuk ke area yang terdampak oleh medan gravitasi Matahari. Hal ini, bakal menyebabkan Bulan kelak meledak di permukaan Matahari.

Fenomena tersebut, benar-benar selaras dengan ayat Alquran yang menyatakan:

وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ

Artinya: "Dan matahari dan bulan dikumpulkan." (QS Al Qiyamah: 9)

Sementara itu, sebuah hasil penelitian menunjukkan Bulan terbentuk sejak 4,6 juta tahun lalu. Selama masa pembentukannya, Bulan menerima hantaman bertubi-tubi dari meteor dan meteorid.

Dikarenakan suhu Bulan saat itu sangat panas, terjadilah peleburan yang dahsyat di permukaan Bulan sehingga menyebabkan terbentuknya lubang-lubang besar yang dinamakan 'Maria' dan gunung-gunung tinggi dengan kawahnya yang dinamakan 'Craters'.

Kemudian kawah-kawah tersebut menumpahkan lahar-lahar dalam volume yang besar dan lahar-lahar itu mengisi lubang-lubang besar tersebut. Gunung-gunung di Bulan pun menjadi tidak aktif dan lahar-lahar berhenti mengalir. Dengan demikian, matilah Bulan.

Sebelum manusia mengetahui bahwa Bulan awalnya pernah bersinar, kemudian mati, kitab suci Alquran yang diturunkan sekira 14 abad lalu telah mengungkap hal tersebut. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Surah Al Isra Ayat 12:

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا

Artinya: "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas." (QS Al Isra: 12)

Ayat tersebut menunjukkan adanya suatu fakta ilmiah yang baru bisa diketahui umat pada abad ke-20, yaitu bahwa Bulan pada mulanya adalah sebuah benda langit yang menyala.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini