Share

Inovasi Sumpit Ajaib Buatan Jepang, Mampu Hasilkan Rasa Asin Tanpa Garam

Tangguh Yudha, Jurnalis · Senin 18 April 2022 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 56 2580728 inovasi-sumpit-ajaib-buatan-jepang-mampu-hasilkan-rasa-asin-tanpa-garam-bT0ZgONA0V.jpeg Inovasi sumpit ajaib buatan Jepang, mampu hasilkan rasa asin tanpa garam (Foto: Meiji University)

JAKARTA - Kini telah hadir sumpit yang mampu menipu lidah untuk merasakan asin di hidangan yang rendah sodium. Sumpit ajaib ini, dikembangkan oleh perusahaan asal Jepang bernama Kirin.

Dilansir dari Gizmodo, Senin (18/4/2022), Kirin bekerja sama dengan para peneliti dari Laboratorium Yoshinori Miyashita dari Departemen Ilmu Media Lanjutan, Universitas Meiji, dalam pengembangan sumpit tersebut.

Sumpit ini, dibuat sebagai bagian dari upaya Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang untuk mengurangi asupan garam harian orang Jepang yang tinggi.

Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi 20 persen jumlah konsumsi garam tanpa mengurangi rasa asin dalam hidangan. Di situlah sumpit ini hadir, untuk merekayasa agar bisa memberikan rasa pada makanan yang diinginkan.

Sumpit buatan Kirin dan Meiji Univesity ini meniru cara kerja lidah lewat sebuah logam yang diletakan dibagian ujungnya. Logam tersebut, mengalirkan arus listrik dalam jumlah tertentu hingga mempengaruhi ion dalam natrium klorida dan monosodium glutamat.

Hasilnya, lidah akan mendeteksi rasa asin. Uji coba mencatat bahwa arus listrik yang dialirkan dapat meningkatkan rasa asin hingga hampir 1,5 kali lipat. Rasa asin yang dirasakan bisa sama dengan hidangan yang menggunakan 30 persen garam.

Sekilas memang cukup mengerikan jika harus menjilat logam dengan arus listrik. Tetapi, nyatanya tingkat arus listrik yang digunakan di sini bahkan hampir tidak dapat dideteksi, dan ini sudah dilakukan oleh banyak relawan dan terbukti efektif.

Perlu diketahui, menghadirkan alat makan dengan arus listrik untuk menciptakan rasa asin sebenarnya bukan yang pertama kali dilakukan oleh Jepang. Pada 2016 lalu, Jepang pernah menggunakan konsep serupa pada garpu.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini