Share

Temuan Aplikasi Scam di Mac App Store, Pengembangnya Beralamat di Rusia

Tangguh Yudha, Jurnalis · Senin 18 April 2022 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 57 2580780 temuan-aplikasi-scam-di-mac-app-store-pengembangnya-beralamat-di-rusia-sPG4AFDAtC.jpg Temuan aplikasi scam di Mac App Store, pengembangnya beralamat di Rusia (Foto: 9to5Mac)

JAKARTA - Toko aplikasi Apple, Mac App Store, sepertinya tidak sepenuhnya aman. Menurut laporan The Washington Post pada 2021 lalu, sekitar 2 persen dari 1.000 aplikasi terlaris di sana mengandung scam.

Diolah dari Engadget, Senin (18/4/2022), kini seorang pengembang aplikasi bernama Kosta Eleftheriou kembali menemukan kejanggalan di Mac App Store.

Dijelaskan, jika ada aplikasi bernama My Metronome di Mac App Store yang terus menerus memunculkan pop-up, sehingga sulit untuk keluar. Inilah yang dimaksud aplikasi scam.

Dalam postingan di media sosial Twitter, Eleftheriou mengatakan bahwa pop-up ini menampilkan pesan untuk dapat keluar aplikasi harus membayar biaya berlangganan.

Eleftheriou juga mengaku, sebelumnya dia telah mengidentifikasi sejumlah aplikasi scam untuk iOS yang berhasil melewati proses peninjauan Apple.

"Saya tidak berpikir ini mungkin: Aplikasi App Store ini segera meminta Anda uang dan kemudian *menonaktifkan* opsi "Keluar" sehingga Anda tidak akan pernah bisa menutupnya! Dan sudah seperti itu di App Store selama bertahun-tahun!" cuitnya.

Seorang pengembang Mac dan iOS, Jeff Johnson, melakukan penyelidikan terhadap aplikasi My Metronome. Ia pun berhasil mendapati fakta menarik.

Menurutnya, pengembang di balik aplikasi aplikasi My Metronome beralamat di Rusia. Pengembang My Metronome memiliki alamat yang sama dengan aplikasi Music Paradise dan Groove Vibes.

Tidak jelas berapa banyak korban dan berapa kerugian yang dihasilkan oleh aplikasi My Metronome ini. Tetapi, laporan dari The Post menyebut aplikasi scam berperan besar menyebabkan kerugian materi yang luar biasa.

Dikatakan jika pada 2021 lalu, aplikasi scam telah menyebabkan kerugian sebesar US$48 juta atau sekitar Rp689 miliar.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini