Share

Penjelasan Ilmiah Mengapa Puasa Ramadan 2030 Terjadi 2 Kali

Antara, Jurnalis · Selasa 19 April 2022 08:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 19 56 2581255 penjelasan-ilmiah-mengapa-puasa-ramadan-2030-terjadi-2-kali-dVjiHKhgnH.jpg Penjelasan ilmiah mengapa puasa Ramadan 2030 terjadi 2 kali (Foto: Freepik)

JAKARTA - Bulan suci Ramadan 1451 dan 1452 Hijriah diprediksi sama-sama jatuh pada 2030 Masehi, artinya umat muslim akan berpuasa dua kali kali dalam setahun.

Diolah dari Al Arabiya, Selasa (19/4/2022), hal ini disampaikan oleh Astronom Saudi, Khaled al-Zaqaq. Lantas, kenapa Ramadan bisa terjadi dua di tahun yang sama?

Khaled mengatakan, ini terjadi karena kalender Hijriah Islam berdasarkan siklus Bulan, berbeda dengan kalender Gregorian atau Masehi yang menandai perjalanan Bumi mengelilingi Matahari.

Ramadan terjadi dua kali ini, terakhir kali terjadi pada 1997, dan sebelumnya pada 1965. Diperkirakan, fenomena tersebut akan terjadi lagi pada tahun 2063.

Pada 1451 H, Ramadan akan dimulai 5 Januari 2030, sementara Ramadan 1452 H akan dimulai 26 Desember 2030.

Hal ini, akan mengakibatkan umat Islam berpuasa selama sekitar 36 hari total pada tahun 2030, yakni 30 hari penuh untuk tahun 1451 H dan sekitar enam hari untuk tahun 1452.

Tahun lunar Hijriah berlangsung selama 354 atau 355 hari, artinya tidak sejalan persis dengan kalender Masehi yang 365 hari.

Berarti, Ramadan jatuh di musim yang berbeda setiap tahun, yakni berlangsung dalam siklus sekitar 32 tahun.

Ramadan 1449 H, yang akan dimulai pada tahun 2028, akan berlangsung pada pertengahan musim dingin.

Pada 1466 H, bertepatan dengan tahun 2044, bulan suci akan dimulai pada puncak musim panas.

Diketahui, puasa Ramadan dilaksanakan dari terbit fajar hingga terbenam Matahari, artinya puasa terlama terjadi saat Ramadan pada musim panas, dan terpendek ketika jatuh pada musim dingin.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini