Share

Mengenal Fenomena La Nina yang Bisa Picu Bencana di Indonesia

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Kamis 21 April 2022 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 21 56 2582768 mengenal-fenomena-la-nina-yang-bisa-picu-bencana-di-indonesia-qvWFD53Vbs.jpg Mengenal fenomena La Nina yang bisa picu bencana di Indonesia (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Mengenal fenomena La Nina tentu diperlukan oleh setiap orang di Indonesia, sebab negara ini ikut terdampak dan keberadaannya bisa memicu bencana.

Dirangkum dari berbagai sumber, La Nina merupakan fase dingin dari El Nino–Osilasi Selatan dan merupakan kebalikan dari fenomena El Niño.

Nama La Nina sendiri, berasal dari bahasa Spanyol yang berarti anak perempuan atau putri. Selain itu, fenomena ini dulu juga disebut sebagai anti El Nimo dan El Viejo yang berarti si Tua.

Selama fenomena La Nina berlangsung, suhu permukaan laut di sepanjang timur dan tengah Samudera Pasifik yang dekat atau berada di garis khatulistiwa mengalami penurunan hingga 5 derajat Celcius dari suhu normal.

Kemunculan fenomena La Nina ini, biasanya berlangsung sekitar lima bulan. Ia memiliki dampak yang sangat besar terhadap cuaca bahkan iklim di sebagian besar wilayah dunia, termasuk di Indonesia.

Penyebab Kemunculan La Nina

La Nina merupakan pola cuaca yang rumit dan kompleks yang terjadi tiap beberapa tahun sekali, sebagai akibat dari variasi suhu muka laut di wilayah Samudera Pasifik yang dekat atau berada di garis khatulistiwa.

Fenomena ini, terjadi karena hembusan angin yang kuat meniup air hangat permukaan laut dari Amerika Selatan melewati Pasifik menuju wilayah timur Indonesia.

Ketika air yang hangat ini bergerak ke arah barat, air dingin dari dasar laut naik ke permukaan laut di wilayah perairan Pasifik yang dekat dengan Amerika Selatan.

Oleh karena itu, fenomena ini dianggap sebagai fase dingin dari pola cuaca El Nino–Osilasi Selatan yang lebih besar, dan merupakan kebalikan dari pola cuaca El Nino.

Fenomena La Nina sudah terjadi selama ratusan tahun dan biasanya secara teratur, selama awal abad ke-17 dan awal abad ke-19 sampai sekarang.

Dampak La Nina di Indonesia

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena La Nina masih akan berlangsung pada Semester I atau pertengahan tahun 2022.

Hal ini, berdasarkan anomali iklim El Nino Southern Oscillation (ENSO) di Samudera Pasifik, di mana diprediksikan masih berada pada fase La Nina dengan intensitas moderate.

“Pada semester I tahun 2022, anomali iklim ENSO di Samudera Pasifik diprediksikan akan masih berada pada fase La Nina dengan intensitas moderate, dan akan kembali Netral pada Semester II,” kata Plt. Deputi Klimatologi BMKG Urip Haryoko dikutip dari keterangan yang diterima, Selasa (11/1/2022).

BMKG juga telah mengeluarkan informasi peringatan dini tentang adanya fenomena La Nina yang melanda wilayah Indonesia sejak Agustus 2021 dan diperkirakan berkembang hingga 2022.

Fenomena La Nina ini berdampak pada kenaikan intensitas hujan dan dapat memicu kejadian bencana hidrometeorologi basah, misalnya banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini