Share

11 Juta Serangan Siber Dialami Indonesia, Dipicu Maraknya Pengguna Internet

Antara, Jurnalis · Selasa 26 April 2022 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 26 54 2585620 11-juta-serangan-siber-dialami-indonesia-dipicu-maraknya-pengguna-internet-ZgYhWxi18t.jpg 11 juta serangan siber dialami Indonesia, dipicu maraknya pengguna internet (Foto: Mint)

JAKARTA - Indonesia disebut telah menghadapi banyaknya serangan siber, angkanya lebih dari 11 juta pada kuartal pertama 2022. Hal ini, berdasarkan laporan terbaru perusahaan keamanan siber Kaspersky.

"Tren itu juga harus disambut dengan kewaspadaan dari semua pihak yang terlibat, karena para pelaku kejahatan siber selalu menunggu tren berikutnya untuk dieksploitasi," kata Manajer Umum Kaspersky Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong, dalam siaran pers, Selasa (26/4/2022).

Maraknya ancaman siber ini, dipicu banyak orang yang menggunakan dunia maya, seperti untuk NFT, metaverse, transaksi aset kripto dan adopsi investasi di kalangan anak muda.

Kaspersky mencatat pada periode Januari sampai Maret 2022, produk mereka mendeteksi dan memblokir 11.802.558 ancaman siber yang berbeda.

Jumlah ini meningkat 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terdapat 9.639.740 serangan siber pada 2021. Meski demikian, jumlah serangan siber kuartal pertama 2022 turun 2 persen dibandingkan kuartal keempat (Oktober-Desember) 2021.

Berdasarkan statistik ini, Kaspersky mencatat Indonesia berada di urutan teratas di wilayah Asia Tenggara dan 60 di dunia dalam hal bahaya yang ditimbulkan dari berselancar di internet.

Kaspersky mengingatkan masyarakat untuk berpikir ulang sebelum mengklik tautan yang mencurigakan dari email atau pesan teks. Jika tidak mengenal pengirim, jangan membuka pesan tersebut.

Ketika memasang aplikasi, hanya unduh dari tempat resmi seperti Google Playdan App Store. Meski pun tidak terjamin 100 persen aman, risiko menghadapi serangan siber, seperti malware Trojan akan jauh lebih rendah.

Kebiasaan memperbarui sistem operasi dan aplikasi bisa membantu menjaga keamanan data dan perangkat. Pembaruan sistem akan menambal kerentanan dari versi sebelumnya.

Selalu gunakan koneksi yang aman ketika menggunakan internet. Hindari mengakses bank atau layanan penting lainnya menggunakan WiFi publik. Terakhir, hati-hati dengan peranti lunak antivirus gratis dari sumber yang tidak jelas, bisa jadi ialah malware yang menyamar.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini