Share

Terungkap, Mantan Bos WhatsApp Menyesal Jual Aplikasinya ke Facebook

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Kamis 05 Mei 2022 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 05 54 2589641 terungkap-mantan-bos-whatsapp-menyesal-jual-aplikasinya-ke-facebook-J82OCN1CMc.jpg Terungkap, mantan bos WhatsApp menyesal jual aplikasinya ke Facebook (Foto: Reuters)

JAKARTA - Mantan Chief Business Officer WhatsApp, Neeraj Arora, mengaku menyesal telah menjual aplikasinya ke Facebook dengan harga 22 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp273,68 triliun.

Arora mengungkapkan pengakuannya lewat utasan di Twitter pada hari ini, Kamis (5/5/2022). dia menjelaskan bagaimana WhatsApp menyimpang dari jalur yang dibayangkan para pendiri setelah dikuisisi Facebook yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg.

"Pada tahun 2014, saya adalah Chief Business Officer WhatsApp. Dan saya membantu menegosiasikan penjualan 22 miliar dolar AS ke Facebook. Hari ini, saya menyesalinya. Di sinilah terjadi kesalahan," kicau Arora.

Menurut Arora, tim pendiri WhatsApp membuat tiga tuntutan utama tentang masa depan layanan pada saat akuisisi: tidak ada data pengguna untuk ditambang, tidak ada iklan, dan tidak ada pelacakan lintas platform.

Arora berbicara tentang bagaimana model bisnis WhatsApp seharusnya menjadi berbiaya tahunan hanya 1 dolar AS untuk penggunaan layanan tanpa batas. Tuntutan ini diterima pada saat itu.

Menurutnya, Facebook awalnya mendekati WhatsApp untuk akuisisi pada tahun 2014, membuatnya tampak seperti kemitraan dengan menawarkan dukungan penuh untuk enkripsi end-to-end, tidak ada iklan di platform, kemandirian penuh dalam keputusan produk, dan kursi dewan untuk Jan Koum, serta kantor mereka sendiri dengan pemandangan Gunung.

Arora mengklaim, WhatsApp pada akhirnya mempertimbangkan penawaran Facebook hingga 2018 ketika dia dan salah satu pendiri Jan Koum meninggalkan WhatsApp.

Sebelumnya, Brian Acton, yang juga pendiri perusahaan, meninggalkan WhatsApp pada 2017, karena hubungan yang tegang dengan Zuckerberg.

Waktunya juga sama dengan kejadian skandal Cambridge Analytica. Dalam tweet, Arora merujuk bagaimana Brian Acton mentweet, "Hapus Facebook" pada saat itu.

β€œSaat ini, WhatsApp adalah platform terbesar kedua di Facebook (lebih besar dari Instagram atau FB Messenger). Tapi itu tetap menjadi produk yang kami curahkan dan ingin kami bangun untuk dunia. Saya bukan satu-satunya yang menyesal menjadi bagian dari Facebook ketika itu terjadi,” tulis Acton tweetnya.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini