Share

Ilmuwan Pancarkan Sinyal Posisi Bumi Agar Didatangi Alien

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Kamis 05 Mei 2022 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 05 56 2589459 ilmuwan-pancarkan-sinyal-posisi-bumi-agar-didatangi-alien-BLgAcj3p5d.jpg Ilmuwan pancarkan sinyal posisi Bumi agar didatangi alien (Foto: Popular Sceince)

JAKARTA - Sejumlah ilmuwan memancarkan sinyal kuat ke luar angkasa untuk memberitahu posisi Bumi, harapannya alien akan datang guna membuktikan keberadaan mereka.

Disadur dari ScienceAlert, Kamis (5/5/2022), kenapa metode ini dilakukan? Diketahui, jika seseorang tersesat di hutan belantara, mereka memiliki dua pilihan.

Mereka bisa mencari pemukiman terdekat, atau mereka dapat membuat diri mereka mudah dikenali dengan membuat api atau menulis "tolong" dengan ukuran huruf yang besar.

Atas dasar itulah, para ilmuwan mencoba menggunakan metode serupa supaya alien dapat dengan mudah menemukan Bumi untuk menjawab apakah mereka ada di luar angkasa atau tidak.

Selama lebih dari 70 tahun, para astronom telah memindai sinyal radio atau optik dari peradaban lain untuk mencari kehidupan luar angkasa, lewat program Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI).

Disebutkan, sebagian besar ilmuwan yakin jika kehidupan lain ada di antara 300 juta planet yang berpotensi layak huni dalam galaksi Bima Sakti.

Para astronom juga berpikir, ada kemungkinan beberapa bentuk kehidupan telah mengembangkan kecerdasan dan teknologi. Tetapi tidak ada sinyal dari peradaban lain yang pernah terdeteksi, sehingga misteri ini disebut "The Great Silence."

Sementara SETI telah lama menjadi bagian dari organisasi riset nirlaba Messaging Extraterrestrial Intelligence (METI), tetapi keberadaannya kurang dikenal oleh publik.

"Saya seorang profesor astronomi yang telah banyak menulis tentang pencarian kehidupan di alam semesta. Saya juga melayani di dewan METI yang merancang pesan untuk dikirim ke peradaban luar angkasa," kata Profesor Astronomi dari University of Arizona, Chris Impey.

Dalam beberapa bulan mendatang, dua tim astronom akan mengirim pesan ke luar angkasa sebagai upaya untuk berkomunikasi dengan alien yang mungkin berada di luar sana.

Upaya ini, seperti membangun api unggun besar di hutan dan berharap seseorang menemukan Anda. Tetapi, beberapa orang mempertanyakan apakah bijaksana untuk melakukan ini.

Sejarah Pengiriman Pesan ke Alien

Para astronom memancarkan pesan radio pertama yang dirancang untuk alien dari Observatorium Arecibo di Puerto Rico pada 1974 silam.

Seri 1 dan 0 dirancang untuk menyampaikan informasi sederhana tentang kemanusiaan dan biologi, dikirim ke gugus bola M13. Karena M13 berjarak 25.000 tahun cahaya.

Selain upaya yang disengaja untuk mengirim pesan ke alien, sinyal menyimpang dari siaran televisi dan radio telah bocor ke luar angkasa selama hampir satu abad. Gelembung sinyal yang terus berkembang ini telah mencapai jutaan bintang.

Mengirim Pesan Baru

Hampir setengah abad setelah pesan Arecibo, dua tim astronom internasional merencanakan upaya baru dalam komunikasi alien. Salah satunya menggunakan teleskop radio raksasa baru, dan yang lainnya memilih target baru yang menarik.

Salah satu pesan baru ini akan dikirim dari teleskop radio terbesar di dunia, di China, sekitar tahun 2023. Teleskop, berdiameter 500 meter, akan memancarkan serangkaian sinyal radio yang kuat.

Pesan itu, disebut "The Beacon in the Galaxy" dan mencakup bilangan prima dan operator matematika, biokimia kehidupan, bentuk manusia, lokasi Bumi, dan cap waktu.

Tim mengirimkan pesan ke sekelompok jutaan bintang di dekat pusat galaksi Bima Sakti, sekitar 10.000 hingga 20.000 tahun cahaya dari Bumi.

Meskipun, itu berarti akan membutuhkan waktu puluhan ribu tahun sebelum Bumi bisa mendapatkan balasan. Upaya lain hanya menargetkan satu bintang, tetapi dengan potensi balasan yang jauh lebih cepat.

Pada 4 Oktober 2022, tim dari Stasiun Bumi Satelit Goonhilly di Inggris akan mengirimkan pesan ke bintang TRAPPIST-1 . Bintang ini memiliki tujuh planet, tiga di antaranya adalah dunia mirip Bumi di apa yang disebut "zona Goldilocks."

Artinya, mereka bisa menjadi rumah baru dan juga berpotensi untuk kehidupan. TRAPPIST-1 hanya berjarak 39 tahun cahaya, jadi hanya perlu 78 tahun bagi kehidupan di sana untuk menerima pesan dan Bumi untuk mendapatkan jawabannya.

"Sejauh ini alien cerdas hanya berada di ranah fiksi ilmiah. Buku-buku seperti The Three-Body Problem oleh Cixin Liu menawarkan perspektif yang suram dan menggugah pikiran tentang seperti apa keberhasilan upaya METI. Jika manusia pernah melakukan kontak dalam kehidupan nyata, saya berharap alien datang dengan damai," ujar Impey.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini