Share

Fenomena Langit Ungu di Toa Payoh Singapura, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Kamis 05 Mei 2022 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 05 56 2589560 fenomena-langit-ungu-di-toa-payoh-singapura-ini-penjelasan-ilmiahnya-AdHlCsRB2s.jpg Fenomena langit ungu di Toa Poyah Singapura, ini penjelasan ilmiahnya (Foto: Facebook/Myke Muk K C)

JAKARTA - Fenomena langit ungu di Toa Payoh, Singapura, terjadi beberapa waktu lalu. Bagaimana penjelasan ilmiah dari peristiwa tersebut?

Dilansir dari Mothership, Kamis (5/5/2022), seorang komuter berhasil memotret pemandangan dramatis langit berwarna ungu di luar stasiun MRT Toa Payoh pada 29 April 2022 lalu.

Lalu, foto-fotonya diposting ke grup Facebook "CloudSpotting & SkySpotting Singapore,"seorang pengguna bernama "Myke Muk K C" mengaku bahwa dia menyaksikan langit yang indah saat keluar dari stasiun MRT Toa Payoh.

Karena sudut pengambilan foto, tampak seolah-olah awan terbelah untuk mengungkapkan dimensi yang berbeda.

Gambar lain yang diposting saar berjalan lebih jauh dari stasiun menunjukkan, langit berubah menjadi kuning keemasan ketika Matahari mulai terbit.

"Saya berharap bisa berdiri di sana dan menyaksikan langit perlahan berubah dan menikmati momen ini," kata pengunggah foto.

Penjelasan Ilmiah Langit Berwarna Ungu

Berdasarkan laporan Science Daily, alasan mengapa langit bisa berubah warna adalah karena proses yang disebut "hamburan".

Hamburan mempengaruhi warna cahaya yang datang dari langit, dengan rincian ditentukan oleh panjang gelombang cahaya dan ukuran partikel di udara yang mengubah arah sinar cahaya.

Cahaya merah memiliki panjang gelombang yang lebih panjang, sedangkan cahaya ungu memiliki panjang gelombang yang lebih pendek.

Saat posisi Matahari rendah di cakrawala, seperti ketika terbit atau terbenam, sinarnya melewati lebih banyak udara daripada waktu lain dalam sehari, misalnya pada posisi Matahari yang lebih tinggi di langit.

Lebih banyak atmosfer berarti lebih banyak molekul untuk menyebarkan cahaya ungu dan biru menjauh dari mata kita, sementara warna lain berlanjut ke mata kita, menghasilkan Matahari terbit atau terbenam yang lebih sering berwarna oranye dan merah.

Menurut Mashable, langit ungu mungkin disebabkan oleh kurangnya molekul untuk menyebarkan warna dari mata kita.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini