Share

Fenomena Hujan Meteor Eta Aquarid Bisa Dilihat dari Indonesia, Berikut Jadwalnya

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Senin 09 Mei 2022 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 09 56 2591156 fenomena-hujan-meteor-eta-aquarid-bisa-dilihat-dari-indonesia-berikut-jadwalnya-T41y7xHPzK.jpg Fenomena hujan meteor Eta Aquarid bisa dilihat dari Indonesia, berikut jadwalnya (Foto: Unsplash)

JAKARTA - Fenomena hujan meteor Eta Aquarid ternyata bisa dilihat dari Indonesia, masyarakat dapat menyaksikannya tanpa bantuan alat khusus.

Diolah dari Langit Selatan, Senin (9/5/2022), fenomena ini telah dimulai sejak 19 April lalu, dan berakhir pada 18 Mei mendatang.

Namun, puncak dari hujan meteor Eta Aquarid yang berasal dari sisa komet Halley ini sudah berlangsung pada 6 Mei kemarin.

Hujan meteor tersebut, bakal terlihar datang dari rasi Aquarius dan bisa diamati setelah lewat tengah malam sampai jelang fajar, pasca rasi Aquarius terbit pukul 01:22 WIB.

Di malam puncak, seharusnya pengamat bisa melihat 60 meteor yang berasal dari sisa komet Halley setiap jam dengan kecepatan 66,9 km/detik.

Mengingat, Bulan sudah terbenam sebelum rasi Aquarius terbit, sehingga tidak akan ada cahaya Bulan yang menambah faktor penerang dalam berburu hujan meteor.

Mengutip Space, hujan meteor tersebut pertama kali terlihat pada tahun 1870. Tidak seperti beberapa tampilan meteor tahunan lainnya yang sejarahnya dapat ditelusuri selama ratusan atau ribuan tahun, hujan meteor Eta Aquarids tidak "secara resmi" ditemukan sampai akhir abad ke-19.

Pada 1870, ketika berlayar di Laut Mediterania, Letnan Kolonel G. L. Tupman melihat 15 meteor pada pagi hari tanggal 30 April, dan 13 lainnya beberapa pagi kemudian. Semua meteor tampaknya berasal dari rasi bintang Aquarius.

Lalu, pada tahun 1876, Profesor Alexander Stewart Herschel menyimpulkan bahwa orbit Komet Halley hampir bertepatan dengan orbit Bumi sekitar 4 Mei, dan bahwa jika kita menemukan puing-puing komet yang mampu menghasilkan meteor, garis-garis cahaya itu tampaknya berasal dari sekitar Aquarius.

Herschel segera mencatat, pengamatan Tupman sangat dekat dengan prediksinya. Pada tahun-tahun berikutnya, semakin banyak astronom dan pengamat lain juga mencatat kesamaan antara orbit Komet Halley dan aliran Eta Aquarid.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini