Share

Serangan Siber Bisa Rugikan Dunia hingga 10,5 Triliun Dolar AS pada 2025

Tangguh Yudha, Jurnalis · Rabu 11 Mei 2022 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 54 2592564 serangan-siber-bisa-rugikan-dunia-hingga-10-5-triliun-dolar-as-pada-2025-KXsvjZqoFu.jpg Serangan siber bisa rugikan dunia hingga 10,5 dolar AS pada 2025 (Foto: The Standart)

JAKARTA - Microsoft mengatakan, lanskap keamanan saat ini semakin menantang dan kompleks. Berbagai ancaman tumbuh pada tingkat yang mengkhawatirkan selama setahun terakhir, dan kerugiannya diprediksi akan sangat besar.

Disadur dari keterangan resminya, Rabu (11/5/2022), Microsoft berpendapat bahwa serangan siber akan merugikan dunia sebesar 10,5 triliun dolar AS per tahun pada 2025.

Angka ini, menurut perusahaan, mengalami peningkatan dari 3 triliun dolar AS pada satu dekade sebelumnya, dan 6 triliun dolar AS pada 2021.

Vice President, Security, Compliance and Identity Microsoft, Vasu Jakkal, menyampaikan jika saat ini diperlukan sistem keamanan terkelola yang lebih baik untuk menangkal serangan yang dilancarkan.

“Seiring dengan meningkatnya skala serangan, pertahanan kita juga perlu ditingkatkan. Semakin hari, semakin sulit bagi organisasi untuk membangun dan mengelola tim keamanan secara penuh," ujar Jakkal.

"Apalagi dengan terus berkembangnya keahlian yang dibutuhkan untuk memenuhi berbagai tuntutan keamanan saat ini. Untuk itu perlu layanan keamanan terkelola untuk menjalankan sistem keamanan dan mendukung pertahanan internal perusahaan," tambahnya.

Microsoft sendiri mengklaim telah membloki lebih dari 9,6 miliar ancaman malware dan lebih dari 35,7 miliar phishing serta email berbahaya lainnya. Pemblokiran ini dilakukan pada tahun 2021 lalu.

Sementara itu, Microsoft berhasil mengidentifikasi 35 kelompok ransomware dan lebih dari 250 pelaku ancaman siber yang bermarkas di berbagai negara di dunia.

Dikatakan, para pelaku serangan siap untuk melakukan aktivitas kriminalnya, dan berpotensi mengumpulkan dana dari aktivitas itu untuk membiayai serangan siber yang lebih berbahaya lagi.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini