Share

Data Google Trends Tunjukkan Orang Indonesia Sering Cari Bahan Pokok Secara Online

Tangguh Yudha, Jurnalis · Kamis 12 Mei 2022 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 54 2593069 data-google-trends-tunjukkan-orang-indonesia-sering-cari-bahan-pokok-secara-online-AVS97C76w1.jpg Data Google Trends tunjukkan orang Indonesia sering cari bahan pokok secara online (Foto: PhoneArena)

JAKARTA - Data Google Trends menunjukkan, minat masyarakat Indonesia untuk berbelanja bahan pokok secara online mengalami peningkatan. Terbukti dari catatan penelusuran terkait bahan pokok naik 24 persen dari Q1 2021 hingga Q1 2022.

Managing Director, Google Indonesia, Randy Jusuf, dalam konferensi pers yang digelar secara online pada Kamis (12/5/2022) mengatakan, hal ini tidak lepas dari pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa tahun terakhir.

Sebab, lanjtunya, memaksa masyarakat untuk melakukan aktivitas via online dari rumah, termasuk aktivitas berbelanja, hingga akhirnya menciptakan tambahan 21 juta pengguna internet di Indonesia hingga akhir paruh pertama 2021.

Tren ini, sejalan dengan laporan 2021 e-Conomy SEA yang menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia didorong oleh e-commerce, yang tumbuh sekitar 52 persen per tahun dan nilainya diperkirakan akan mencapai USD104 miliar (CAGR) hingga 2025.

"Tidak mengherankan jika saat ini ada begitu banyak pengguna yang berbelanja bahan pokok secara online, mengingat kemudahan dan kemajuan yang terjadi di berbagai area utama seperti logistik dan manajemen inventaris," kata Randy.

Laporan e-Conomy menyebutkan, di Asia Tenggara, belanja bahan pokok yang dilakukan secara online baru 2 persen, dibandingkan dengan 25 persen populasi yang kini senang berbelanja online untuk produk-produk selain bahan pokok.

Laporan lain dari L.E.K Insights (pada November 2021) mengutarakan, penjualan bahan pokok secara online tumbuh 4-5 kali lipat dari 2019 hingga 2020 dan nilainya diperkirakan akan mencapai 5-6 miliar USD hingga 2025.

Secara khusus, Google Trends (Tab Shopping di Google Search) juga mencatat kenaikan minat penelusuran pada sejumlah bahan pokok utama selama periode satu tahun dari Q1 2021 hingga Q1 2022:

- Penelusuran untuk "sayur" tumbuh 90%

- Penelusuran untuk "garam" tumbuh 60%

- Penelusuran untuk "madu" tumbuh 50%

- Penelusuran untuk "mie" tumbuh 25%

- Penelusuran untuk "telur" tumbuh 22%

- Penelusuran untuk "susu" tumbuh 18%

Jika melihat mayoritas konsumen rumah tangga yang masih lebih memilih berbelanja secara offline, tentu ini potensi besar untuk penjual online. Ada banyak peluang bagi para penjual online untuk menggaet minat konsumen dan memperoleh cuan.

“Kami percaya bahwa omnichannel groceries merupakan tahap lanjutan atas metode berbelanja kebutuhan sehari-hari, dimana pelanggan dapat merasakan pengalaman yang seamless baik secara online maupun offline, juga mendapatkan produk yang dibutuhkan langsung di lokasi mereka berada,” kata Edward Kilian Suwignyo, CMO, Blibli.

“Untuk itu, infrastruktur, rantai pasok, juga logistik yang terintegrasi memegang peranan penting dalam memberikan nilai tambah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan mulai dari menghadirkan pilihan produk berkualitas dan lengkap, harga kompetitif, hingga pengiriman cepat," tambahnya.

Laporan Year in Search 2021 untuk Brand juga memaparkan, orang Indonesia mencari pilihan makanan yang lebih sehat, vitamin, dan suplemen di internet. Penelusuran untuk makanan “plant-based” juga tumbuh 233 persen tahun lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini