Share

Fenomena Ubur-Ubur Serbu Pantai Probolinggo, Mengapa Bisa Terjadi?

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 56 2593608 fenomena-ubur-ubur-serbu-pantai-probolinggo-mengapa-bisa-terjadi-Xp06fYETkQ.jpg Fenomena ubur-ubur serbu pantai Probolinggo, mengapa bisa terjadi? (Foto: Getty Images)

JAKARTA - Fenomena ubur-ubur serbu pantai Probolinggo telah berlangsung sejak sepekan terakhir. Kemunculannya dinilai menganggu aktivitas para pemancing dan nelayan setempat.

Dirangkum dari berbagai sumber, Ketua Paguyuban Nelayan Probolinggi, Jufri, mengatakan bahwa kemunculan rombongan ubur-ubur adalah fenomena tahunan.

Jufri berpendapat, pada Mei air laut pantai utara Kota Probolinggo bersuhu hangat, ini waktunya zooplankton melimpah sebagai makanan ubur-ubur.

Akibatnya, sambung dia, bikin binatang laut seperti ubur-ubur berkumpul atau migrasi untuk memperoleh makanan hingga ke tepi laut.

"Fenomena ini setiap tahun terjadi. Berdampak pada menurunnya hasil tanggkapan nelayan, beberapa nelayan sampai libur melaut," paparnya.

Menurut Jufri, pada masa pergantian musim seperti sekarang ini, bukan cuma ubur-ubur yang muncul ke permukaan pesisir laut. Terkadang, hiu tutul juga muncul.

Sementara itu, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kota Probolinggo menghimbau, agar warga tidak mandi atau berendam di air laut.

Sebab, kubur-ubur yang menyentuh kulit manusia akan mengakibatkan gatal-gatal dan iritasi kulit. Bahkan, ubur-ubur jenis api bisa menyengat.

"Kalau mengganggu sih tidak, tetapi ubur-ubur kalau tersentuh kulit bisa gatal. Fenomena ini, sudah setiap tahun terjadi, biasanya 7 hari dan maksimal 15 hari di perairan Probolinggo," terang Kabid Perikanan Tangkap dan Pengembangan Hasil Perikanan DPKPP Kota Probolinggo, Trilia Yuliana.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini