Share

Setelah Jadi Milik Elon Musk, Dua Petinggi Twitter Hengkang, Kenapa?

Antara, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 57 2593759 setelah-jadi-milik-elon-musk-dua-petinggi-twitter-hengkang-kenapa-IBgTNz0wh0.jpg Setelah jadi milik Elon Musk, dua petinggi Twitter hengkang, kenapa? (Foto: India Today)

JAKARTA - Chief Executive Officer Twitter, Parag Agrawal, dalam sebuah memo kepada karyawan mengumumkan, dua petinggi senior dari divisi konsumen dan pendapatan akan meninggalkan perusahaan.

Dikutip dari Reuters, Jumat (13/5/2022), Agrawal mengatakan bahwa Twitter juga akan menghentikan sebagian besar perekrutan dan meninjau ulang semua lowongan pekerjaan yang ada.

Keputusan itu, diambil salah satunya karena Twitter tidak dapat mencapai target pertumbuhan pengguna dan pendapatan yang telah ditetapkan pada tahun 2020.

"Kami harus terus berhati-hati dengan tim, perekrutan, dan biaya kami," tulis Agrawal dalam memo tersebut.

Diketahui, perusahaan menargetkan 7,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp109,6 triliun dalam pendapatan tahunan dan 315 juta pengguna harian pada akhir 2023.

Namun, target tersebut ditarik kembali dalam laporan pendapatan baru-baru ini.

Pemimpin divisi konsumen Kayvon Beykpour dan pengawas pendapatan Bruce Falck mengutarakan, hengkangnya mereka dari perusahaan bukan keputusan mereka sendiri.

"Parag meminta saya untuk pergi setelah memberi tahu saya bahwa dia ingin membawa tim ke arah yang berbeda," cuit Beykpour dalam akun Twitternya.

Kemudian, Beykpour menambahkan bahwa saat ini dia sedang cuti melahirkan.

"Saya akan mengklarifikasi bahwa saya juga dipecat," ungkap Falck.

Kendati demikian, tidak lama kemudian Flack menghapus cuitannya itu.

Sementara itu, Agrawal memaparkan, Jay Sullivan yang memimpin unit konsumen selama Beykpour cuti akan menjadi kepala divisi tetap. Dia juga akan mengawasi tim pendapatan sampai pemimpin baru ditunjuk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini