Share

Temuan Baru, Astronot Ungkap Mars Awalnya Mengandung Air Lalu Mengering

Tangguh Yudha, Jurnalis · Sabtu 14 Mei 2022 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 14 56 2594113 temuan-baru-astronot-ungkap-mars-awalnya-mengandung-air-lalu-mengering-tzQnD4zPDN.jpg Temuan baru, astronot ungkap Mars awalnya mengandung air lalu mengering (Foto: NASA)

JAKARTA - Sejumlah astronot menemukan hal baru dari Mars, ternyata Planet Merah ini awalnya mengandung air lalu mengering hingga sekarang.

Dikutip dari Space, Sabtu (14/5/2022), Mars selama ini dikenal sebagai planet yang dingin dan kering, tetapi temuan baru-baru ini mengungkapkan fakta baru bahwa Planet Merah sebenarnya sempat memiliki air sekitar 700 juta tahun yang lalu.

Keberadaan air di Mars ini, lebih awal dibandingkan perkiraan sebelumnya, yakni 3 miliar tahun yang lalu. Di mana selama periode Hesperian planet, Mars merupakan planet yang basah, sebelum akhirnya mengering.

Temuan para astronot ini, didasarkan pada data dari rover Zhurong China, yang merupakan bagian dari misi Tianwen-1 yang mendarat di permukaan Mars pada Mei 2021 lalu. Dari data terungkap bahwa tanah Mars mengandung mineral.

Adapun data ini dikumpulkan oleh rover selama 92 hari pertama di Mars, dari lokasi pendaratannya di Utopia Planitia. Data kemudian dikaji seorang peneliti di National Space Science Center (NSSC) di bawah Chinese Academy of Sciences (CAS).

Bersama rekannya, Yang Liu menganalisis data dari tiga instrumen berbeda, di Zhurong yang merupakan spektrometer kerusakan yang diinduksi laser (MarSCoDe), kamera pencitraan mikro teleskopik, dan spektrometer inframerah gelombang pendek.

Instrumen-instrumen tersebut, mempelajari mineral di Mars dan pada akhirnya disimpulkan bahwa sekitar 700 juta tahun yang lalu, jauh di zaman Amazon saat ini, di area Mars yang dinamakan Utopia Planitia ternyata sempat terdapat air.

Eva Scheller, seorang ilmuwan planet di California Institute of Technology, yang tidak terlibat dalam penelitian ini menyebut bahwa temuan Yang Liu merupakan hal yang sangat menarik dan berbeda dari temuan lain.

"Bukti keberadaan air di Mars biasanya dalam bentuk mineral garam. Tapi instrumen Zhurong melihat molekul air terkunci di batu, yang sangat menarik dan berbeda dari lingkungan air cair muda lainnya yang telah diamati," kata Scheller.

"Ini berarti bahwa bentuk-bentuk tertentu dari mineral pembawa air akan terbentuk pada periode waktu yang jauh lebih lama daripada yang telah dipertimbangkan sebelumnya dalam studi ilmiah lainnya," tambahnya.

Rover Zhurong China sekarang telah menempuh jarak sekitar 1,24 mil (2 kilometer) selama lebih dari 350 hari di Mars, dan telah menganalisis berbagai fitur dalam perjalanannya. Kemungkinan akan ada lebih banyak temuan baru di masa mendatang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini