Share

Fakta Ilmiah Bulan Pengaruhi Pasang Surut Air Laut Termuat di Alquran

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Kamis 19 Mei 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 56 2596405 fakta-ilmiah-bulan-pengaruhi-pasang-surut-air-laut-termuat-di-alquran-rrSh9hwgg3.jpg Fakta ilmiah Bulan pengaruhi pasang surut air laut termuat di Alquran (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bulan dan Bumi berjarak sekitar 400 kali lebih dekat daripada jarak Bumi dengan Matahari. Sedangkan, diameter Bulan 400 kali lebih kecil daripada diameter Matahari.

Hal ini, menjadikan Bulan dan Matahari mempunyai diameter sudut yang sama besar di langit.

Dalam buku Tafsir Ilmi 'Manfaat Benda Langit dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan Bulan sebagai penggerak pasang surut air laut.

Ukuran diameter sudut yang sama ini bisa juga sebagai isyarat bahwa peran Bulan dan Matahari sama pentingnya dalam kehidupan manusia.

Bulan dan Matahari mengatur ritme pasang surut air laut serta arus laut yang belum banyak dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Mendistribusikan panas air laut berarti menstabilkan cuaca. Selain sebagai satelit Bumi, Bulan juga merupakan benda langit yang pengaruhnya terhadap planet induknya sangat besar.

Di antara pengaruh itu adalah posisi-posisinya yang akan menyebabkan pasang surut air laut. Sehubungan dengan hal ini, dalam Alquran Allah berfirman:

ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽู…ูŽุฑูŽ ู‚ูŽุฏู‘ูŽุฑู’ู†ูฐู‡ู ู…ูŽู†ูŽุงุฒูู„ูŽ ุญูŽุชู‘ูฐู‰ ุนูŽุงุฏูŽ ูƒูŽุงู„ู’ุนูุฑู’ุฌููˆู’ู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏููŠู’ู…ู

โ€œDan telah Kami tetapkan bagi Bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua,โ€ (QS. Yasin: 39).

Ayat ini, berbicara tentang penetapan posisi-posisi Bulan. Akibat dari pergerakannya yang mengelilingi Bumi, Bulan mempunyai kedudukan-kedudukan yang selalu berubah setiap saat.

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

Posisi-posisi demikian tidak saja berkaitan dengan penampakannya bila dilihat dari Bumi, tetapi juga letaknya secara keseluruhan terhadap planet induknya.

Pada sisi lain, posisi-posisi Bulan yang selalu berubah-ubah ini juga membawa akibat tersendiri bagi Bumi. Sebagaimana diketahui, Bulan memiliki gaya tarik atau gravitasi seperti halnya planet-planet lain.

Dengan letaknya yang relatif paling dekat dengan Bumi, gaya tarik itu pasti berpengaruh kuat pada planet induknya, mengakibatkan unsur Bumi tertarik dan condong ke arah Bulan.

Bagian Bumi yang paling mudah berubah-ubah adalah laut. Karena itu, setiap saat permukaan laut akan mengalami perubahan sesuai dengan posisi Bulan.

Ketika Bulan berada pada suatu posisi, maka air laut yang searah garis lurus dengannya akan tertarik dan permukaannya akan naik, demikian pula laut yang arahnya 180 derajat.

Adapun laut yang arahnya 90 derajat terhadap Bulan akan mengalami surut karena permukaannya tertarik ke lokasi yang searah dengan Bulan.

Pasang surutnya laut selalu terjadi setiap saat, walaupun pada tempat yang berbeda-beda. Orang yang paling dapat merasakan akibatnya adalah mereka yang melakukan aktivitasnya di laut, seperti nelayan, pelaut dan semisalnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini