Share

Helm Terisi Air, Astronot NASA di ISS Kini Tak Bisa Keluar Kabin

Tangguh Yudha, Jurnalis · Sabtu 21 Mei 2022 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 56 2597697 helm-terisi-air-astronot-nasa-di-iss-kini-tak-bisa-keluar-kabin-0YStkhAtAT.jpg Helm terisi air, astronot NASA di ISS tak bisa keluar kabin (Foto: CNET)

JAKARTA - NASA kembali harus membatasi kegiatan para awak International Space Station (ISS). Mereka dilarang untuk melakukan aktivitas di luar pesawat luar angkasa (spacewalk) seperti yang sering dilakukan sebelumnya.

Dilansir dari Space, Sabtu (21/5/2022), keputusan ini bukan tanpa alasan. Pasalnya NASA baru saja menemukan masalah di helm para astronot, di mana terus terisi air sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan.

Pembatasan kegiatan ini, akan terus dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan, hingga NASA benar-benar berhasil menemukan apa penyebab adanya air di helm para astronot.

"Sampai kami memahami lebih baik apa faktor penyebab kenapa ini bisa terjadi. Jadi kami tidak akan membiarkan astronot melakukan spacewalk sampai kami bisa mengatasinya," kata Wakil Manajer Program ISS di NASA Johnson Space Center, Dana Weigel.

Disebutkan, NASA akan melakukan penilaian pakaian luar angkasa unit mobilitas ekstravehicular (EMU) setelah air ditemukan di helm yang dikenakan oleh astronot Badan Antariksa Eropa (ESA), Matthias Maurer, ketika berjalan di luar angkasa pada 23 Maret silam.

Artinya, astronot tidak akan keluar dan melakukan spacewalk kecuali ada kebutuhan mendesak untuk perbaikan di ISS. Tidak hanya tu, perjalanan antariksa yang tidak perlu pun dihentikan.

Perlu diketahui, akibat kejadian ini kali kedua spacewalk dihentikan karena kebocoran air yang tidak terduga.

Sebelumnya, terjadi pada Juli 2013 dan masalah yang ditemukan jauh lebih serius.

Kala itu, astronot ESA Luca Parmitano mengalami kebocoran air parah yang akhirnya menutupi sebagian besar wajahnya.

Perjalanan luar angkasanya dengan Chris Cassidy dari NASA pun harus terhenti karena volume air yang sudah parah.

Masalah ini, terjadi kira-kira satu jam setelah Luca Parmitano memulai perjalanannya di luar angkasa. Beruntung, Parmitano masih bisa selamat dalam insiden itu tanpa cedera yang berarti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini