Share

Penelitian: iPhone Rentan Diretas Bahkan saat Keadaan Mati

Tangguh Yudha, Jurnalis · Jum'at 27 Mei 2022 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 26 57 2600833 penelitian-iphone-rentan-diretas-bahkan-saat-keadaan-mati-ZbCOpW0Phl.jpg Penelitian: iPhone rentan diretas bahkan saat keadaan mati (Foto: Digital Trends)

JAKARTA - iPhone dianggap sebagai smartphone paling aman saat ini. Tetapi, penelitian dari Technical University of Darmstadt mengungkap bahwa anggapan itu tidak sepenuhnya benar.

Dilansir dari Gizmochina, Jumat (7/5/2022), perangkat Apple tersebut masih rentan terhadap peretasan. Bahkan, hacker bisa saja melancarkan aksinya saat perangkat dalam keadaan mati.

Para peneliti menyebut, ini dimungkinkan karena teknologi jaringan nirkabel yang dimiliki iPhone. Yang mana saat perangkat dimatikan, Bluetooth, NFC, dan UWB (Ultra Wideband) masih tetap menyala.

Chip nirkabel ini, tetap aktif dalam Mode Daya Rendah (LPM). Tetapi, dukungan LPM ini diimplementasikan pada tingkat perangkat keras.

Jadi, ini tidak bisa diperbaiki begitu saja melalui pembaruan perangkat lunak OTA.

Memang, teknologi jaringan nirkabel yang dimiliki iPhone ini bukanlah bug dan tentu memiliki tujuan penting, yakni untuk membantu pemilik menemukannya saat hilang atau bahkan dicuri.

Ini juga memungkinkan penggunanya tetap memiliki akses ke item seperti kartu kredit, kartu pelajar, dan kunci digital juga.

Namun, sayangnya fitur ini menjadi pedang bermata dua bagi pengguna.

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

Dengan kata lain, ini berpotensi dimanfaatkan oleh peretas untuk memasang malware di iPhone bahkan saat sistem iOS tidak berjalan.

Para peneliti, melakukan analisis keamanan fitur LPM yang diperkenalkan dengan iOS 15, dan menemukan bahwa firmware Bluetooth LPM dapat dimodifikasi untuk menjalankan malware di iPhone.

Hal ini, memungkinkan peretas memiliki akses ke sistem untuk melacak lokasi seseorang atau menjalankan fitur baru di ponsel mereka.

Untungnya, celah ini sebagian besar memengaruhi iPhone yang sudah di-jailbreak.

Meski demikian, celah keamanan tersebut mungkin masih bisa digunakan sebagai spyware untuk memata-matai orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini