Share

Cara Tentukan Arah Kiblat Lewat Fenomena Matahari di Atas Kakbah Besok

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Jum'at 27 Mei 2022 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 27 56 2601367 cara-tentukan-arah-kiblat-lewat-fenomena-matahari-di-atas-kakbah-besok-5593f7BYum.jpg Cara tentukan arah kiblat lewat fenomena Matahari di atas Kakbah besok (Foto: Reuters)

JAKARTA - Menentukan arah kiblat lewat fenomena Matahari di atas Kakbah yang berlangsung Sabtu (28/5/2022) besok, terbilang mudah dan pastinya murah.

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangeran, menegaskan bahwa melalui fenomena tersebut hasil penentuan arah kiblat juga akurat.

"Bahkan, lebih akurat dibandingkan memakai alat bantu seperti kompas, karena ia dipengaruhi oleh medan magnet alami maupun buatan, sehingga bisa memengaruhi keakuratan pengukuran," kata Andi, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (27/5/2022).

Berikut ini, langkah-langkah dalam menentukan arah kiblat menggunakan fenomena Matahari di atas Kakbah:

1. Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblatnya, cari lokasi yang rata dan tentunya terkena cahaya Matahari,

2. Sediakan tongkat luruh atau benda tegak tidak berongga lainnya, misalnya spidol papan tulis, atau dapat memakai benang berbandul.

3. Siapkan jam yang sudah dikalibrasikan, dapat merujuk ke http://jam.bmkg.go.id atau http://time.is,

4. Tancap tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan tongkot benar-benar tegak lurus 90 derajat, atau gantungkan benang berbantul tadi,

5. Tunggulah hingga waktu Matahari di atas Kakbah tiba, kemudian amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut.

6. Tandai ujung bayangan, lalu tariklah garis luruds dengan pusat bayangan tongkat atau bandul tadi,

7. Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat untuk tempat tersebut.

Namun, jika cuaca kurang bersahabat, meluruskan kiblat tidak harus dilakukan pada puncak fenomena, melainkan bisa dilakukan dua hari sebelum dan sesudahnya, sejak lima menit sebelum puncak fenomena hingga lima menit sesudahnya.

Diketahui, tanggal atau terjadinya Matahari di atas Kakbah ini tidak tetap setiap tahunnya.

Hal ini, dikarenakan gerak semu tahunan Matahari yang relatif berubah-ubah jika mengacu pada kalender Masehi.

Kendati demikian, tanggal fenomena ini masi sama dalam rentang tanggal 27-28 Mei maupun 15-16 Juli, setidaknya sampai 2071 mendatang.

Sebab, itu dipengaruhi oleh perubahan kemiringan sumbu Bumi yang berfluktuasi antara 24,1 derajat pada 7530 SM hingga 22,7 derajat pada 12030 M.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini