Share

Mengenal Fenomena Bulan Hitam yang Bisa Sebabkan Naiknya Pasang Laut

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Senin 30 Mei 2022 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 30 56 2602432 mengenal-fenomena-bulan-hitam-yang-bisa-sebabkan-naiknya-pasang-laut-DWCxRyDlJ2.jpg Mengenal fenomena Bulan Hitam yang bisa sebabkan naiknya pasang laut (Foto: NASA)

JAKARTA - Fenomena Bulan Hitam bisa menyebabkan naiknya pasang laut. Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ia dapat dilihat di Indonesia pada akhir Mei 2022.

Peneliti di Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang, menerangkan sebagaimana fase Bulan baru pada umumnya, Bulan Hitam dapat mengakibatkan naiknya pasang laut dibandingkan hari-hari lainnya ketika konfigurasi Bumi-Bulan-Matahari tidak segaris jika diamati dari atas kutub.

"Masyarakat diimbau agar tidak melaut saat air laut sedang pasang," kata Andi, dikutip dari laman resmi Edukasi Sains Antariksa BRIN, Senin (30/5/2022).

Andi menyatakan, fase Bulan baru keenam pada 2022 terjadi pada 30 Mei pukul 11.30.08 Universal Time (UT). Sehingga, untuk wilayah Eropa bagian Timur, Indonesia, sampai Kepulauan Line baru akan mengalami Bulan Hitam di penghujung Mei 2022.

Ia menyampaikan, terdapat empat definisi Bulan Hitam yang berbeda-beda:

1. Bulan Hitam adalah fase bulan baru yang kedua dalam satu bulan Masehi. Fenomena tersebut cukup sering terjadi karena berlangsung periodik dengan periode 29 bulan.

2. Bulan Hitam adalah fase bulan baru ketiga dalam musim astronomis yang mengandung empat fase bulan baru. Fenomena tersebut terjadi setiap 33 bulan.

3. Bulan Hitam adalah fenomena di mana tidak terdapat fase bulan baru di bulan Februari. Fenomena itu terjadi setiap 19 tahun sekali.

4. Bulan Hitam adalah fase Bulan purnama di bulan Februari. Fenomena tersebut terjadi setiap 19 tahun sekali.

Selanjutnya, Andi menuturkan bahwa fenomena Bulan Hitam bisa terjadi berbeda-beda di setiap tempat dikarenakan zona waktu yang digunakan berbeda-beda di setiap tempat.

Selain itu, jatuhnya fase Bulan baru untuk setiap lunasi juga berbeda-beda.

Sehingga, ada wilayah yang mengalami Bulan Hitam tripel, ada wilayah yang mengalami Bulan Hitam ganda, dan ada wilayah yang hanya mengalami Bulan Hitam sekali saja.

Follow Berita Okezone di Google News

Andi mengutarakan, Bulan Hitam secara kasat mata memang tidak dapat dilihat karena konfigurasi Bumi-Bulan Matahari yang terlihat pada satu garis lurus jika diamati dari atas kutub.

Akibatnya, permukaan Bulan yang menghadap Bumi tidak terkena cahaya Matahari dan Bulan tampak gelap.

Setiap dua hingga lima kali setahun, konfigurasi tersebut bertepatan dengan ketika Bulan berada di titik simpul orbit (perpotongan ekliptika dan orbit Bulan) yang menyebabkan bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi dan mengakibatkan Gerhana Matahari.

Bulan Hitam sebagai bulan baru kedua di dalam bulan Masehi, sebelumnya pernah terjadi di Indonesia pada 31 Oktober 2016 dan 30 Agustus 2019.

Fenomena itu, akan terjadi kembali pada 31 Desember 2024 dan 30 September 2027.

Sedangkan, Bulan Hitam sebagai Bulan baru ketiga di dalam musim astronomis yang mengandung empat fase Bulan baru, sebelumnya pernah terjadi di Indonesia pada 22 Agustus 2017 dan 19 Agustus 2020.

Fenomena tersebut, akan terjadi kembali pada 19 Mei 2023 dan 23 Agustus 2025.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini