Share

Kelemahan Pesawat Kiamat Amerika Terungkap, Begini Penjelasannya

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Selasa 31 Mei 2022 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 31 56 2603018 kelemahan-pesawat-kiamat-amerika-terungkap-begini-penjelasannya-VxRbRwWI90.jpg Kelemahan Pesawat Kiamat Amerika terungkap, begini penjelasannya (Foto: U.S. Air Force)

JAKARTA - Amerika Serikat diketahui memiliki pesawat E-4B Nightwatc, ia berjuluk "Pesawat Kiamat" yang dikatakan mampu menahan leadakan nuklir.

Dikutip dari Daily Star, Selasa (31/5/2022), Pesawat Kiamat ini tertanya punya kelemahan utama yang tidak dapat dihindari, yakni usianya yang telah menua.

Atas dasar itu, para pejabat Amerika Serikat berpacu dengan waktu untuk menggantikan Pesawat Kiamat yang menua dan mampu bertahan dari serangan nuklir.

Setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengancam dunia dengan perang nuklir sejak pertama kali menginvasi Ukraina pada bulan Maret, bos Pentagon telah melirik Pesawat Kiamat yang telah usang.

Hanya ada empat yang pernah dibangun, semuanya masih beroperasi, tetapi pesawat tersebut berasal dari tahun 1973, dan tidak pernah ditingkatkan.

Pesawat Kiamat sendiri, bebasiskan Boeing 747 yang biasa digunakan oleh maskapai penerbangan.

Adapun keberadaan Pesawat Kiamat ini, terutama digunakan sebagai pos komando darurat udara nasional pada saat perang, atau krisis yang terjadi.

Ketika terbang, Pesawat Kiamat mampu bertahan di udara hingga 72 jam dengan berkat dukungan empat mesin, dengan biaya sekitar Rp2,2 miliar per jam untuk dijalankan.

Sementara itu, pejabat Pentagon menolak untuk memberi tahu apa yang sebenarnya membuat Pesawat Kiamat aman dari nuklir.

Kini, diyakini bahwa penggantinya sedang dikembangkan, yang disebut Survivable Airborne Operations Centre.

Berdasarkan laporan terbaru, jurnalis Politico, Lee Hudson, menuliskan bahwa Pesawat Kiamat sudah begitu usang, berusia 43 tahun.

“Ada tangga spiral dengan lampu gantung di atasnya yang membawa Anda ke kokpit. Kokpit itu sendiri penuh dengan kontrol analog. Di seluruh pesawat, hampir tidak ada yang digital selain jam di dalam ruang konferensi dan di dekat tempat kerja militer," kata Hudson.

“Setiap workstation dilengkapi dengan telepon kabel dan monitor usang yang mengingatkan pada komputer Apple era 1980-an," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini