Share

Penjelasan NASA Tentang Terbentuknya Bulan Sesuai Alquran

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Kamis 02 Juni 2022 08:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 02 56 2604031 penjelasan-nasa-tentang-terbentuknya-bulan-sesuai-alquran-P0K3zoXkV5.jpg Penjelasan NASA tentang terbentuknya Bulan sesuai Alquran (Foto: AFP)

Artinya, Allah Subhanahu wa ta'ala melenyapkan dan menghilangkan sinar Bulan, bukan melenyapkan keberadaan Bulan itu sendiri. Bulan masih tetap ada, tetapi sinar dan cahayanya dilenyapkan. Hal ini sudah jelas dari redaksi Alquran yang menyebutkan “tanda malam” atau Bulan dan “tanda siang” atau Matahari.

Kata ath-thams secara khusus digunakan untuk yang berkaitan dengan cahaya atau sinar. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, "Kami jadikan tanda siang itu terang benderang (bisa membuatmu melihat)." (QS Al-isra’: 12)

Ayat tersebut, menggunakan redaksi mubshirah (menjadikanmu bisa melihat ). Hal ini untuk membandingkan cahaya yang menjadi tanda malam (Bulan) dengan cahaya yang menjadi tanda siang (Matahari). Cahaya yang pertama akhirnya mati, sedangkan cahaya kedua masih ada dan karenanya kita bisa melihat.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyebutkan pada saat ini di Bulan terjadi aktivitas gempa kecil-kecilan dan sedikit letupan panas. Fakta ini mengisyaratkan bahwa sebagian besar aktivitas di dalam perut Bulan telah berhenti sejak lama sekali. Sebagaimana diketahui, pada miliaran tahun yang lalu, Bulan tunduk pada suatu benda yang sangat panas (terang). Akibatnya, terjadi pembelahan kulit luar.

Kemudian, ia tunduk pada letupan-letupan yang berasal dari lahar gunung berapi. Beberapa miliar tahun terakhir sejak ia terbentuk, Bulan berjalan dengan tenang tanpa ada aktivitas geologis di dalamnya, kecuali bertubi-tubinya hantaman dari meteor dan meteoroid.

Para ilmuan masa kini meyakini bahwa Bulan adalah hasil dari tabrakan bumi kuno dengan planet lain yang lebih kecil dan lebih tua pada 4,6 miliar tahun yang lalu. Tabrakan maut itu memuntahkan materi-materi berupa asap yang berbentuk gumpalan dan mengelilingi Bumi. Asap itu kemudian mendingin dan mengerut menjadi tetes-tetes air yang kemudian membeku menjadi Bulan.

Sisi kemukjizatan yang terdapat pada ayat Alquran di atas ialah adanya petunjuk bahwa Bulan pada mulanya bersinar dan bercahaya, kemudian cahaya itu lenyap, dan Bulan menjadi gelap. Allah berfirman, “Kemudian Kami hapuskan tanda malam”, yaitu Bulan. Fakta inilah yang ditemukan melalui gambar-gambar yang dicitrakan satelit-satelit buatan dan studi-studi geologis terhadap permukaan Bulan pada abad ke-20.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini