Share

Sejarah Tempered Glass, Sejak Abad 17 hingga Jadi Pelindung Layar Smartphone

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Kamis 02 Juni 2022 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 02 56 2604258 sejarah-tempered-glass-sejak-abad-17-hingga-jadi-pelindung-layar-smartphone-BTuv3FfcXN.jpg Sejarah tempered glass, sejak abad 17 hingga jadi pelindung layar smartphone (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Layar smartphone menjadi bagian prioritas untuk dilindungi. Sebab, jika rusak pasti akan mengganggu aktivitas penggunaan ponsel tersebut.

Diolah dari Scientific American, Kamis (2/6/2022), salah satu cara melindungi layar smartphone, yakni memasangkan tempered glass atau kaca pelindung yang tahan gores.

Tempered glass sendiri, sudah banyak digunakan para pemilik ponsel pintar. Ini merupakan kaca yang empat kali lebih kuat dari kaca biasanya. Tempered glass relatif tidak berbahaya karena tidak menghasilkan pecahan yang bergerigi seperti kaca biasa.

Beberapa bukti sejarah menyatakan, tempered glass sudah ada sejak abad ke-17.

Salah satu informasi mengutarakan, penemu tempered glass adalah Frances de la Bastie, seorang ahli kimia dari Prancis yang sering bereksperimen dengan kaca.

Namun, orang pertama yang memegang hak paten tempered glass ialah Rudolf Seiden, ahli kimia dari Austria.

Penggunaan tempered glass pada masa itu belum diapresiasi kekuatannya. Tetapi kini kekuatannya sudah diakui dengan banyaknya orang yang mengaplikasikan tempered glass pada lingkungan sekitar, seperti oven microwave, pelindung layar ponsel, dan lainnya.

Manfaat tempered glass tidak lain untuk keamanan, mengurangi risiko cedera karena sifatnya yang membelah menjadi potongan kecil bukan pecahan tajam. Selain itu, karena proses pemanasan dan penerapan bahan kimia yang baik maka memperkuat kaca.

Tempered glass memulai proses pemanasan melalui oven tempering secara berkelanjutan. Oven memanas sampai suhu di atas 600 derajat Celsius (standarnya adalah 620 derajat Celsius).

Kemudian, akan mengalami prosedur pendinginan dengan tekanan tinggi yang berlangsung hanya dengan beberapa detik. Permukaan luar kaca melakukan pendinginan lebih cepat dibanding pusatnya.

Akibatnya, permukaan luar masuk ke kompresi yang memberikan kekuatan pada tempered glass. Dalam ketegangan, kaca akan pecah lima kali lebih mudah dibanding yang terjadi pada kompresi.

Bahan untuk memperkuat kaca adalah campuran kimia, di mana berbagai kimia menukar ion di permukaan kaca untuk menciptakan kompresi.

Kendati demikian, karena metode ini membutuhkan biaya lebih banyak daripada menggunakan oven, maka jarang digunakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini