Share

Mengenal Fenomena Upwelling yang Bisa Bikin Puluhan Ton Ikan Mati

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Kamis 02 Juni 2022 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 02 56 2604351 mengenal-fenomena-upwelling-yang-bisa-bikin-puluhan-ton-ikan-mati-FmtbQhi7fO.jpg Mengenal fenomena upwelling yang bisa bikin puluhan ton ikan mati (Foto: Urban Poor Associates)

JAKARTA - Mengenal fenomena "upwelling" perlu diketahui oleh setiap orang, sebab ia bisa bikin puluhan ton ikan mati seperti yang terjadi baru-baru ini.

Puluhan ton ikan milik warga yang berada di kolam jaring apung Waduk Darma Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mati mendadak diakibatkan fenomena upwelling dalam beberapa hari ini.

"Kalau ikan di kolam saya ada satu ton yang mati, tapi kalau di jumlah dengan petambak lainnya, ada sampai 20 ton lebih," kata petambak Jala Apung Waduk Darma Desa Jagara, Kabupaten Kuningan Suhanda di Kuningan, dikutip dari Antara, Kamis (2/6/2022).

Menurut Suhanda, kematian puluhan ton ikan di Waduk Darma tersebut dikarenakan fenomena "upwelling", di mana permukaan air dingin dan berbobot berat ke bawah, kemudian yang di bawah waduk hangat naik sambil membawa racun, sehingga ikan banyak yang mati.

Kejadian tersebut, lanjut Suhanda, bukan kali ini saja, tetapi sudah terjadi beberapa kali, terutama ketika cuaca di waduk tidak ada Matahari, dan ini sudah diketahui oleh semua petambak.

"Kalau dalam ilmu perikanan ini merupakan fenomena 'upwelling', jadi airnya mengandung racun," tuturnya.

Untuk itu, kata Suhanda, banyak petambak yang memanen ikannya dan dijual dengan harga murah, hal ini guna menghindari kerugian lebih besar.

Pada hari biasa, ikan para petambak di jual Rp25 ribu - Rp30 ribu per kilogram, itu untuk ikan nila dan emas, namun kali ini diobral per kilogram hanya dihargai Rp10 ribu.

"Kami jual murah, dari pada ruginya bertambah, mending dijual," katanya.

Lantas, bagaimana proses terjadinya upwelling di danau dan waduk? Simak penjelasan LIPI berikut ini.

Peneliti Pusat Penelitian Limnologi LIPI, Fifia Zulti, mengatakan bahwa danau dan waduk mempunyai karakteristik limnologi yang unik, di mana wilayah perairannya terbagi dalam ruang-ruang berdasarkan distribusi cahaya dan panas pada perairan tersebut.

Danau berdasarkan distribusi cahaya terbagi menjadi zona limnetik (pelagik), fotik, afotik dan profundal (tanpa cahaya).

Distribusi panas yang berbeda-beda pada lapisan danau menyebabkan danau terstrafikasi menjadi zona epilimnion (atas), termoklin, dan hipolimnion (bawah).

Adanya faktor fisika, seperti angin yang menghasilkan energi kinetik yang cukup besar dalam perairan dapat menyebabkan pergerakan massa air dan pengadukan di danau baik secara horizontal dan vertikal.

Upwelling adalah fenoma atau kejadian yang berkaitan dengan gerakan naiknya massa air danau.

Gerakan vertikal ini, terjadi akibat adanya stratifikasi densitas air danau karena dengan penambahan kedalaman mengakibatkan suhu menurun dan densitas meningkat yang menimbulkan energi untuk menggerakkan massa air secara vertikal.

Fenomena upwelling salah satunya dipengaruhi oleh angin dan adanya proses divergensi ekman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini