Share

Fenomena Misterius yang Ada di Benua Antartika, Air Terjun Darah Salah Satunya

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Senin 06 Juni 2022 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 06 56 2606414 fenomena-misterius-yang-ada-di-benua-antartika-air-terjun-darah-salah-satunya-Gn2uV2vy35.jpg Fenomena misterius yang ada di benua Antartika, air terjun darah salah satunya (Foto: Reuters)

4. Mayat (Dead Bodies)

Banyak penjelajah tewas pada abad ke-19 dan ke-20, ini menggambarkan kondisi di Antartika yang sangat keras. Tetapi, berkat kemajuan teknologi dan tindakan pencegahan lainnya, mengunjungi benua itu kini jauh lebih aman.

Tidak diketahui secara pasti banyak yang meninggal selama bertahun-tahun, dan dapat dipastikan bahwa tidak semua mayat telah ditemukan.

Namun, disebut ada ratusan mayat dibekukan dan dikubur di dalam es di Kutub Selatan.

5. Ikan Tembus Pandang

Ada banyak hewan berbahaya yang harus diwaspadai pengunjung, seperti anjing laut macan tutul dan orca. Tetapi, ada beberapa hewan kecil di Antartika yang berpotensi misterius dan sedikit menyeramkan.

Berkat lingkungannya yang unik, Antartika adalah rumah bagi beberapa makhluk yang tidak dapat ditemukan di tempat lain di Bumi.

Misalnya, spesies baru ikan tembus cahaya ditemukan di air pada tahun 2014. Para ilmuwan terkemuka dulu berpikir bahwa tidak ada yang bisa hidup di laut di bawah lapisan es, yang tertutup es lebih dari setengah mil.

Namun, ikan kecil ini menentang pendapat itu. Ia mungkin bukan predator paling mematikan, tetapi kulitnya yang tembus pandang dan otaknya yang terlihat cukup untuk membuat beberapa orang takut.

6. Lubang Raksasa

Apa yang bisa lebih menakutkan daripada daratan es raksasa yang membentang bermil-mil? Mungkin sebuah lubang menganga yang sangat besar, membentang ribuan mil persegi, terbuka di tengah-tengah daratan es raksasa ini.

Terlebih lagi, tidak ada yang tahu dari mana lubang ini berasal atau apa isinya. Inilah yang terjadi pada tahun 2017 ketika polynya, nama untuk lubang es besar, dengan luas sekitar 3.700 mil persegi pertama kali diamati.

Selama beberapa minggu ke depan, ukurannya akan bertambah lebih dari delapan kali lipat. Sebuah polynya di tempat yang sama juga muncul pada 1970-an sebelum akhirnya ditutup.

Para peneliti sekarang percaya itu disebabkan oleh topan kuat yang melewatinya, bis menjadi alasan lain untuk menjauh dari daerah tersebut.

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini