Share

Fakta Ilmiah Penampakan Otak Tukang Selingkuh Seperti Tercantum di Alquran

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Selasa 07 Juni 2022 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 07 56 2606849 fakta-ilmiah-penampakan-otak-tukang-selingkuh-seperti-tercantum-di-alquran-MXSCkWXtmv.jpg Fakta ilmiah penampakan otak tukang selingkuh seperti tercantum di Alquran (Foto: UCLA Health)

JAKARTA - Perilaku selingkuh tidak pernah sekalipun dibenarkan oleh agama Islam. Seperti diketahui, selingkuh adalah bagian dari perzinahan.

Dengan tegas, Allah Subhanahu Wa Ta'ala bahkan menyematkan ayat tentang larangan zinah dalam Alquran yang berbunyi:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلً

"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk" (QS. Al-Isra: 32)

Memang benar selingkuh pada umumnya terjadi karena suatu alasan. Misalnya saja yang tercatat dalam penelitian di Journal of Sex Research tentang alasan seseorang bisa berselingkuh.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa 77 persen responden (rata-rata usia 20 tahun) dari 495 orang mengaku selingkuh lantaran kurang mendapat cinta dan kasih dari pasangan. Tetapi tetap saja, selingkuh bukanlah jalan keluar terbaik.

Adapun sebuah riset menunjukan menunjukan mengenai otak para pembohong. Perlu diingat, selingkuh juga berarti membohongi pasangan demi wanita atau pria idaman lain di luar sana.

Hasil riset menunjukan area yang bertanggung jawab atas kebohongan adalah otak manusia bagian depan. Otak tersebut terletak di bagian yang disebut sebagai An Nashiyah.

Jika dipahami kembali, sebenarnya Alquran pun telah membahas antara kebohongan dan ubun-ubun lewat kisah Abu Jahal.

"Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka" (QS. Al-Alaq : 15-16).

Lantas, kenapa harus ubun-ubun, bukan bagian lain?

Melansir dari YuoTube, Islam Populer, Selasa (7/6/2022), Virginia Tech Carilion Research Institute pernah melakukan penelitian yang menyatakan kebohongan seseorang ditentukan oleh Cortex Prefrontal.

Ini merupakan bagian dari lobus frontal atau ubun-ubun yang terletak tepat di belakang dahi.

Jika seseorang terus berbohong, maka Cortex Prefrontal menjadi sangat aktif dan menghabiskan energi.

Selain itu, penelitian tentang kebohongan juga datang dari University of Southern California. Otak pembohong memiliki zat lemak berlebih dibandingkan orang-orang normal dan setia.

Jadi, lambat laun perilaku berbohong termasuk pula selingkuh yang dilakukan terus menerus bisa merusak struktur otak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini