Share

Lebah Mati Setelah Menyengat, Mitos atau Fakta?

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Rabu 08 Juni 2022 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 07 56 2607374 lebah-mati-setelah-menyengat-mitos-atau-fakta-FJo1iOZXKW.jpg Lebah mati setelah menyengat, mitos atau fakta? (Foto: Unsplash)

JAKARTA - Sengatan lebah tentunya sangat menyakitkan dan terasa panas. Efek yang ditimbulkan bisa berupa bengkak kemerahan pada kulit hingga beberapa hari atau bahkan bermingu-minggu.

Dikutip dari Mental Floss, Rabu (8/6/2022), banyak orang yang beranggapan bahwa lebah akan mati setelah menyengat manusia. mitos atau fakta?

Jawabannya adalah mitos. Faktanya, hal itu hanya terjadi pada beberapa jenis lebah.

Lebah madu yang paling rentan mengalaminya, bukan tawon madu atau yellowjackets, ataupun lebah Honey Nut Cheerios.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada lebah setelah menyengat sesuatu?

Saat lebah menyengat manusia, alat penyengatnya disekrup ke kulit seperti pembuka botol. Lebah terlalu lemah untuk menariknya keluar tanpa menyobek perutnya.

Menariknya, hal ini tidak berlaku pada hewan yang memiliki kulit lebih tipis dari manusia.

Bahkan, lebah dapat dengan mudah mencabut sengatan tanpa merusak perutnya dan terbang tanpa mati.

Namun, ini tidak berlaku bagi ratu lebah madu yang tidak memiliki duri pada alat penyengatnya.

Lebah madu jantan yang disebut drone, juga bunuh diri setelah bersetubuh dengan ratu lebah karena alat kelaminnya diambil dari tubuh mereka di udara saat berhubungan.

Lebah pekerja memberi makan drone muda sampai mereka siap kawin.

Mereka yang tidak kawin dengan ratu akan diusir dari sarang dan mati kelaparan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini