Share

Lebih dari Setengah Penduduk AS Main Game, Alasannya Bukan Sekadar Hiburan

Tangguh Yudha, Jurnalis · Rabu 08 Juni 2022 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 326 2607893 lebih-dari-setengah-penduduk-as-main-game-alasannya-bukan-sekadar-hiburan-7OhyqWxC6z.jpg Lebih dari setengah penduduk AS main game, alasannya bukan sekadar hiburan (Foto: iStock)

JAKARTA - Laporan dari Entertainment Software Association (ESA) menyebut, sebanyak 66 persen penduduk Amerika Serikat (AS) atau 215,5 juta orang bermain game. Dan sikap mereka terhadap game menjadi lebih positif selama pandemi Covid-19.

Dikatakan bahwa sebanyak 97 persen penduduk AS sekarang melihat manfaat dari bermain game. Laporan juga menyebut orang-orang AS percaya bahwa video game telah membawa manfaat kesehatan mental selama berlangsungnya pandemi.

"Orang Amerika dari segala usia dan demografi bermain game. Mereka melihat video game untuk kebaikan. Dan mereka melihat video game memiliki manfaat positif dalam berbagai aspek kehidupan mereka," kata CEO ESA Stanley Pierre-Louis.

Tidak berhenti di situ, laporan juga mengungkap bahwa 89 persen pemain mengatakan video game memberikan penghilang stres, sementara 88 persen mengatakan video game membantu meningkatkan keterampilan kognitif, melansir dari Venture Beat, Rabu (8/6/2022).

Dikatakan juga 88 persen pemain setuju bahwa video game menyatukan berbagai jenis orang, sementara 83 persen mengatakan game memperkenalkan orang ke teman dan hubungan baru. Persentase ini naik lima poin dibanding tahun 2021 lalu.

Sebanyak 61 persen pemain mengatakan video game telah membantu mereka tetap terhubung dengan keluarga, meningkat delapan poin persentase dari tahun 2021, dan bahkan lebih banyak orang tua (77 persen) yang bermain video game dengan anak-anak mereka.

Adapun perangkat yang kerap digunakan untuk bermain game adalah smartphone. Setidaknya 70 persen orang Amerika menggunakan smartphone untuk bermain game, sementara 18 persen lainnya hanya menggunakan smartphone untuk keperluan komunikasi.

Pierre-Louis menyebut, genre kasual, seperti pencocokan, teka-teki otak, pesta, musik dan tarian, dan permainan olahraga, terus menjadi yang paling banyak dimainkan. Sementara rata-rata pemain adalah orang berusia 33 tahun.

“Apa yang menurut saya menakjubkan adalah bahwa orang berusia 45 tahun ke atas melebihi jumlah mereka yang berusia di bawah 18 tahun dalam bermain video game. 48 persen dari mereka adalah perempuan dan 52 persen laki-laki," kata Pierre-Louis.

Lebih lanjut, laporan mengungkap bahwa orang-orang tetap sangat terlibat dan terinspirasi oleh video game. Waktu bermain terus meningkat di antara pemain, dengan waktu mingguan rata-rata 13 jam, naik 7 persen dari tahun 2021.

"Kami melihat ini baik bagi orang tua. Mereka melihat video game sebagai hal yang penting untuk membangun keterampilan kognitif, membangun kreativitas serta sebagai alat penting untuk menciptakan pengalaman menyenangkan," ujar Pierre-Louis.

"Sangat menggembirakan bahwa 77 persen orang tua bermain game dengan anak-anak mereka setidaknya seminggu sekali. Jumlah itu juga naik dari dua tahun terakhir. Orang tua merasa senang terhubung dengan anak-anak mereka melalui gameplay," pungkasnya.

Survei konsumen ESA tahun 2022 dilakukan dengan menggunakan metodologi online. Kuesioner 15 menit diselesaikan oleh sampel representatif dari 4.011 konsumen AS berusia 18 tahun ke atas pada Februari 2022 (margin of error +/- 2 persen).

Pemain video game yang bermain setidaknya satu jam seminggu adalah bagian dari total ini, mewakili 2.548 responden. Survei mendefinisikan video game sebagai game yang dapat dimainkan di konsol, komputer pribadi, smartphone, perangkat VR, dan sebagainya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini