Share

Mengenal Fenomena Alga Bloom yang Menyebabkan Kematian Massal Hewan Laut

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Rabu 08 Juni 2022 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 56 2607841 mengenal-fenomena-alga-bloom-yang-menyebabkan-kematian-massal-hewan-laut-WoBH4W3TCa.JPG Mengenal fenomena Alga Bloom yang menyebabkan kematian massal hewan laut (Foto: Palm Beach Post)

JAKARTA - Mengenal fenomena Alga Bloom perlu diketahui setiap orang, sebab ia dapat menyebabkan kematian massal hewan di laut.

Dirangkum dari berbagai sumber, Alga Bloom bisa diartikan sebagai ledakan populasi alga di dalam ekosistem perairan dikarenakan perubahan kondisi lingkungan.

Umumnya spesies yang terlibat hanya sedikit. Ledakan populasi alga dapat menyebabkan perubahan warna pada ekosistem perairan dengan warna sesuai dengan jenis alga.

Misalnya, warna hijau muda bisa disebabkan oleh cyanobacteria dan warna merah disebabkan oleh dinoflagellata.

Ledakan populasi alga ini, dapat memberian dampak negatif bagi organisme lainnya dengan memproduksi toksin atau akibat dekomposisi alga.

Kemudian, ledakan populasi alga sering kali terkait dengan kematian organisme skala besar, seperti kematian massal ikan dan keracunan kerang.

Alga, hewan mikroskopik yang menyerupai tumbuhan adalah organisme yang umum terdapat di perairan yang disinari cahaya Matahari.

Organisme ini, disebut fitoplankton dan merupakan dasar dari rantai makanan di perairan.

Lebih dari 5 ribu spesies fitoplankton terdapat di seluruh dunia, dengan 2 persen diantaranya merupakan fitoplankton berbahaya atau beracun.

Ledakan populasi alga dari spesies yang membahayakan bisa menyebabkan berbagai dampak bagi ekosistem lautan, tergantung pada jenis spesiesnya, lingkungan, dan mekanisme biokimia alga dalam mempengaruhi lingkungan.

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

Berbagai jenis dinoflagellata toksik, seperti Alexandrium fundyense diketahui memiliki siklus ledakan populasi. Zooplankton copepod memakan plankton toksik dan toksik ini akan diteruskan dan diakumulasikan ke tingkatan trofik rantai makanan di atasnya.

Toksik ini, mengganggu kemampuan bernafas, perilaku memakan, dan kondisi reproduksi.

Brevetoksin juga telah meracuni spesies terancam penyu Caretta caretta. Brevetoksin melemahkan otot penyu sehingga akan mudah hanyut terbawa arus hingga ke pantai.

Selanjutnya, boga bahari yang terkontaminasi toksin dari alga juga telah menyebabkan kematian bagi manusia. Karena dampaknya bagi kesehatan dan sektor ekonomi, ledakan alga kini semakin sering dipantau.

Penyebab ledakan populasi alga ini, sering kali tidak bisa disimpulkan apakah disebabkan oleh manusia atau merupakan kejadian alami.

Beberapa kasus tampak jelas merupakan hasil aktivitas manusia. Tetapi, bisa pula disebabkan oleh spesies yang berbeda dengan kebutuhan kondisi lingkungan yang berbeda pula.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini