Share

Survei Membuktikan YouTube Jadi Medsos yang Paling Banyak Diakses

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Jum'at 10 Juni 2022 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 57 2609147 survei-membuktikan-youtube-jadi-medsos-yang-paling-banyak-diakses-D7jzGRIwsY.jpeg Survei membuktikan YouTube jadi medsos yang paling banyak diakses (Foto: Populix)

JAKARTA - Populix mengadakan sebuah survei untuk melihat kebiasaan masyarakat Indonesia dalam bermedia sosial (medsos), laporan ini sekaligus memperingati Hari Media Sosial Indonesia 2022 yang jatuh setiap tanggal 10 Juni.

Studi bertajuk Social Media Habit and Internet Safety ini menunjukkan, 87% responden mengakses medsos dalam satu bulan terakhir.

"YouTube (94%) dan Instagram (93%) menempati posisi sebagai dua platform media sosial yang paling banyak digunakan responden,

disusul TikTok (63%), Facebook (59%) dan Twitter (54%)," kata Populix dalam keterangan pers, dikutip Jumat (10/6/2022).

Disebutkan, hampir seluruh responden (79%) menggunakan media sosial untuk menikmati waktu luang dan mencari informasi atau berita terbaru.

Selain itu, media sosial juga digunakan untuk berinteraksi dengan teman (66%), networking (49%) dan berbelanja (47%).

Adapun lima jenis konten yang paling banyak dicari oleh responden meliputi konten hiburan (22%), musik (14%), film (12%), berita (12%), dan kuliner (10%).

Chief Technology Officer Populix, Jonathan Benhi, berpendapat bahwa dewasa ini media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

"Mulai dari scrolling media sosial untuk mengisi waktu luang, mencari informasi terbaru, hingga berbelanja, mayoritas masyarakat Indonesia menggunakan media sosial selama satu hingga empat jam setiap harinya," kaya Jonathan.

Dengan durasi yang dihabiskan tersebut, lanjut dia, masyarakat Indonesia juga tidak jarang dihadapkan pada tantangan dan pengalaman negatif di ranah online.

Untuk itu, menurutnya, perusahaan penyedia layanan media sosial telah mengeluarkan serangkaian fitur dan inisiatif guna melindungi para penggunanya.

"Melalui studi ini, kami ingin melihat lebih jauh seputar pemahaman dan sejauh apa orang Indonesia menggunakan fitur-fitur tersebut untuk melindungi pengalaman online mereka di media sosial secara umum,” imbuh dia.

Sebagai informasi, penelitian ini dilakukan pada tanggal 30 Maret - 1 April 2022, dilakukan secara online melalui aplikasi Populix.

Terdapat 1.023 responden laki-laki dan perempuan berusia 18-55 tahun di Indonesia yang terlibat, mayoritasnya terdiri dari anak muda belum menikah, sudah bekerja, dan berasal dari SES menengah ke atas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini