Share

Hari Media Sosial 2022, Begini Perilaku dan Pemahaman Orang Indonesia Terkait Dunia Digital

Ahmad Haidir, Jurnalis · Jum'at 10 Juni 2022 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 57 2609201 hari-media-sosial-2022-begini-perilaku-dan-pemahaman-orang-indonesia-terkait-dunia-digital-MG0oUysqRk.jpg Hari Media Sosial 2022, begini perilaku dan pemahaman orang Indonesia terkait dunia digital (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Hari Media Sosial ditetapkan dan diperingati sejak 2015 lalu, yang jatuh setiap tanggal 10 Juni. Ini digagas oleh Handi Irawan, seorang pengusaha serta pakar sosial media kenamaan Indonesia.

Peringatan tersebut, dibuat seiring dengan adanya anggapan bahwa kesadaran dan edukasi masyarakat Indonesia dalam bermedia sosial masih perlu ditingkatkan.

Maka, Hari Media Sosial Nasional sendiri bisa dikatakan sebagai upaya untuk membuat segala sesuatu hal dalam aktivitas digital menjadi lebih berdampak positif.

Dalam rangka memperingati Hari Media Sosial Indonesia di tahun ini yang jatuh pada Jumโ€™at (10/6/2022), ada baiknya juga memahami bagaimana perilaku dan pemahaman Orang Indonesia secara umumnya terkait dunia digital, yang tentu bisa menjadi cerminan diri.

Berikut ini, MNC Portal Indonesia sajikan hasil riset dan survei mengenai hal tersebut, sebagaimana dikutip dari lembaga riset Populix.

Penggunaan Sosial Media di Indonesia

Studi bertajuk Social Media Habit and Internet Safety ini menunjukkan, sebesar 87% dari total lebih dari 1000 orang yang menjadi responden dari survei mengakses media sosial dalam satu bulan terakhir.

YouTube (94%) dan Instagram (93%) menempati posisi sebagai dua platform media sosial yang paling banyak digunakan responden, disusul TikTok (63%), Facebook (59%) dan Twitter (54%).

Hampir seluruh responden (79%) menggunakan media sosial untuk menikmati waktu luang dan mencari informasi atau berita terbaru.

Selain itu, media sosial juga digunakan untuk berinteraksi dengan teman (66%), networking (49%) dan berbelanja (47%).

Adapun lima jenis konten yang paling banyak dicari oleh responden meliputi konten hiburan (22%), musik (14%), film (12%), berita (12%), dan kuliner (10%).

Pemahaman Terkait Fitur Keamanan di Media Sosial

Studi yang sama juga mengungkap bahwa hampir 80% responden pernah mengalami pengalaman negatif saat bermain media sosial.

Di antara pengalaman-pengalaman negatif yang dihadapi, pesan spam (52%), penipuan (31%), maintenance error (30%), hacking (26%), stalking (21%) dan cyberbullying (16%) menjadi beberapa pengalaman negatif yang paling sering ditemui.

Salah satu bentuk bijak bermedia sosial yang perlu terus ditingkatkan dan disosialisasikan, yakni pentingnya memahami dan memanfaatkan fitur-fitur keamanan yang tersedia di dalam platform guna menjaga keamanan online mereka.

Maka dari survei yang dijalankan, ditemukan 97% responden sudah mengetahui fitur-fitur keamanan dan privasi yang tersedia di platform media sosial yang mereka gunakan.

Sebanyak 86% responden juga mengatakan bahwa mereka memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia, terutama fitur pengaturan privasi dan lokasi.

Selain itu, setengah dari responden yang disurvei juga berupaya menjaga keamanan online mereka dengan mengganti password secara berkala.

Masa Depan Internet

Dewasa ini, dunia juga dihebohkan oleh kehadiran dunia virtual atau metaverse yang digadang sebagai masa depan internet.

Berdasarkan survei Populix, saat ini baru ada 29% responden yang familiar dengan konsep metaverse, sementara 48% responden menyatakan ragu-ragu dan 23% responden mengatakan tidak familiar.

Namun, terlepas dari seberapa besar tingkat ketertarikan mereka, 93% responden menyatakan ingin bergabung di metaverse.

Alasan utama yang mendorong responden untuk bergabung di metaverse adalah kesempatan untuk menjelajahi cara baru dalam bersosialisasi dan menambah peluang pemasaran.

Hal ini, terlihat dari 44% responden yang memiliki pandangan bahwa metaverse akan menjadi platform media sosial yang lebih maju dan menawarkan kebebasan yang lebih besar.

Selanjutnya, 43% responden menyatakan bahwa metaverse adalah cara baru untuk berkomunikasi dengan dukungan teknologi yang lebih canggih dan 42% responden mengatakan bahwa metaverse akan membuka peluang pemasaran baru.

Dari beberapa aktivitas yang ditawarkan oleh metaverse, wisata virtual keliling dunia (44%) merupakan aktivitas yang paling menarik minat para responden, diikuti dengan sekolah dari rumah (34%) dan berbelanja di pusat perbelanjaan virtual (34%).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini