Share

Rusia Ancam Bakal Bajak Teleskop Luar Angkasa Jerman, Kenapa?

Ahmad Haidir, Jurnalis · Sabtu 11 Juni 2022 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 11 56 2609651 rusia-ancam-bakal-bajak-teleskop-luar-angkasa-jerman-kenapa-WB5sbN20NU.jpg Rusia ancam bakal bajak teleskop luar angkasa Jerman, kenapa? (Foto: DLR)

JAKARTA - Rusia telah lama diakui sebagai salah satu negara yang unggul dalam bidang teknologi tidak hanya militer saja, tetapi juga urusan proyek luar angkasa dan kedirgantaraan.

Sejak zaman Uni Soviet, banyak negara di daratan Eropa yang memutuskan untuk bekerjasama dengan Negeri Beruang Merah tersebut.

Dikutip dari Extreme Tech, Sabtu (11/6/2022), tetapi invasi Rusia ke Ukraina telah mendorong banyak dari hubungan tersebut menjadi putus.

Misalnya, yang paling signifikan adalah Institut Max Planck dari Jerman yang memilih untuk mematikan teleskop luar angkasa eROSITA yang sebelumnya terjalin kemitraan dengan Rusia.

Hal itu, membuat Roscosmos atau lembaga antariksa Rusia berang, di mana kepala Roscosmos, Dmitry Rogozin, langsung mengancam bahwa mereka akan mengambil alih eROSITA tersebut alias membajaknya.

Sejatinya, Roscosmos cenderung menghindari masalah politik, tetapi dukungan tegas Rogozin untuk Presiden Rusia Vladimir Putin telah membuat banyak negara yang kontra dengan Rusia untuk melakukan pemutusan hubungan internasional dengan lembaga antariksa terbesar setelah NASA.

Sebagai informasi, Institut Max Planck memilih untuk menghentikan misi awal tahun ini setelah dimulainya Perang Rusia-Ukraina, yang langsung dibalas oleh Rogozin dengan cara memerintahkan bawahannya untuk memulai persiapan untuk mengaktifkan kembali eROSITA sendiri.

“Mereka (Jerman) tidak memiliki hak moral untuk menghentikan penelitian ini yang berguna bagi umat manusia hanya karena pandangan pro-fasis mereka yang dekat dengan musuh kita,” tandas Rogozin.

Namun, wacana untuk membajak dan mengembangkan proyek teleskop luar angkasa hasil kerjasama dengan Jerman itu ditentang oleh banyak ilmuwan Rusia.

Rashid Sunyaev, yang mengawasi program Spektr-RG, khawatir Rusia akan merusak instrumen Jerman dengan mencoba mengambil alih.

Jika itu terjadi, dikhawatirkan akan menjadi pukulan besar bagi studi galaksi luar angkasa.

Lev Zeleny dari Institut Penelitian Luar Angkasa Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, juga menentang langkah tersebut karena “alasan politik dan teknis.”

Zeleny juga mencatat, tidak mungkin untuk memvalidasi atau mempublikasikan data yang diperoleh dari eROSITA jika Roscosmos menjalankan rencana tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini