Share

Hikayat Tanaman Purba Eucalyptus yang Harumkan Jenazah Eril

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 11 Juni 2022 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 11 56 2609778 hikayat-tanaman-purba-eucalyptus-yang-harumkan-jenazah-eril-6pZL9vmlR8.jpg Hikayat tanaman purba eucalyptus yang harumkan jenazah Eril (Foto: Wikimedia Commons)

JAKARTA - Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) berhasil ditemukan setelah 14 hari hilang akibat terseret arus di Sungai Aare, Swiss. Keadaanya utuh dan harum tanaman eucalyptus.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, selaku ayahnya mengatakan, keadaan jenazah Eril masih utuh, tanpa kekurangan apapun. Bahkan mendiang anaknya pun tercium harum eucalyptus.

Kang Emil, sapaan akrabnya, menjelaskan secara ilmiah terkait dengan kondisi terakhir jenazah anaknya sehingga bisa terlihat baik-baik saja. Meskipun sudah dua pekan berada di air.

Penjelasan ilmiah kenapa jasadnya utuh

"Sungai Aare yang sedingin kulkas dan minim fauna, membuat jasadnya terjaga setengah membeku sehingga tetap utuh lengkap walau berada di dasar sungai selama 14 hari," terangnya.

Lantas, bagaimana hikayat eucalyptus sebenarnya?

Dilansir dari Gardening Know How, Sabtu (11/6/2022), pohon eucalyptus termasuk salah satu pohon purba, di mana hingga kini keberadaannya masih ada.

Diketahui, kali pertama fosil pohon eucalyptus pernah ditemukan di kawasan Amerika Selatan. Dan ini menjadi penemuan luar biasa.

Dalam penemuan itu, fosil eucalyptus diduga berasal dari zaman Eosen awal, tepatnya pada zaman 54 hingga 38 juta tahun silam. Tetapi, di zaman saat ini jenis fosil yang ditemukan sangat sedikit.

Fosil daun eucalyptus itu ditemukan di Laguna del Hunco di provinsi Chubut di Argentina. Kemudian, fosil yang sama ditemukan juga di Miosen, Selandia Baru.

Sementara itu, sejumlah peneliti meyakini, daun eucalyptus yang saat ini ada merupakan hasil dari fosil yang ditemukan di Miosen, Selandia Baru.

Selain di Miosen, fosil pohon ini juga ditemukan di New South Wales, Australia, dan diduga berusia 21 juta tahun yang lalu.

Daun eucalyptus baru dikenal publik ketika Joseph Banks dan Daniel Solander tiba di Botany Bay, bersama Kapten James Cook pada 1770.

Lalu, ketika berada di dekat Sungai Endeavour, ketiganya menemukan salah satu spesies. Mereka pun meyakininya bahwa itu masih satu famili dengan eucalyptus.

Selanjutnya, Eucalyptus berasal dari akar kata bahasa Yunani, Eu dan Calyptos yang berarti baik dan tertutup. Daunnya sangat wangi, sehingga disukai dan membawa aroma menenangkan.

Seperti diketahui, daun eucalyptus bisa untuk obat oles. Daun tersebut sudah dikeringkan, dihancurkan, lalu disuling untuk mendapatkan minyak esensial yang saat diekstraksi dan diencerkan dapat digunakan sebagai obat.

Selain itu, menarikmya eucalyptus juga bisa dimanfaatkan untuk diseduh bersama teh, karena daun ini aman untuk dikonsumsi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini