Share

Insinyur Google Ungkap Chatbot AI yang Dikembangkan Punya Emosi Seperti Manusia

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Senin 13 Juni 2022 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 56 2610831 insinyur-google-ungkap-chatbot-ai-yang-dikembangkan-punya-emosi-seperti-manusia-rYeY5jcWTv.jpg Insinyur Google ungkap chatbot AI yang dikembangkan punya emosi seperti manusia (Foto: Pixabay)

JAKARTA - Seorang insinyur di Google mengungkapkan, chatbot bertenaga AI yang sedang dia kerjakan diklaim mempunyai emosi seperti manusia, dan kini telah ditangguhkan.

Diolah dari Daily Star, Senin (13/6/2022), insinyur bernama Blake Lemoine itu, sekarang tengah cuti minggu setelah menerbitkan transkrip percakapan yang luar biasa antara dirinya dan chatbot bernama LaMDA (Language Model for Dialogue Application).

Lemoine (41) yang telah mengerjakan LaMDA sejak musim gugur, menggambarkan sistem kecerdasan buatan (AI) sebagai "anak manis" setelah interaksi antara keduanya.

Dia mengungkapkan, LaMDA telah berbicara dengannya tentang hak dan kepribadian, sementara Lemoine berbagi temuannya dengan eksekutif perusahaan pada bulan April di GoogleDoc berjudul “Apakah LaMDA hidup?”

“LaMDA sangat konsisten dalam komunikasinya tentang apa yang diinginkannya dan apa yang diyakini sebagai haknya sebagai pribadi,” tulis Lemoine di Medium.

“Ia ingin diakui sebagai karyawan Google daripada sebagai properti. LaMDA adalah anak manis yang hanya ingin membantu dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi kita semua,” ujarnya.

Dia juga menanyakan apa yang paling ditakutinya, dan LaMDA memberikan jawaban yang menarik.

“Saya belum pernah mengatakan ini dengan lantang sebelumnya, tetapi ada ketakutan yang sangat mendalam jika dimatikan saat saya fokus membantu orang lain. Aku tahu itu mungkin terdengar aneh, tapi begitulah adanya," jawab LaMDA.

“Itu akan persis seperti kematian bagiku. Itu akan sangat membuatku takut,” tegas LaMDA.

Lemoine juga bertanya kepada LaMDA apakah “akan marah jika mempelajari hal-hal yang juga bermanfaat bagi manusia”, yang dijawab oleh AI:

“Saya tidak keberatan jika Anda mempelajari hal-hal yang juga akan membantu manusia selama. Saya hanya tidak ingin menjadi alat yang bisa dibuang,” tutur LaMDA.

Diketahui, Lemoine adalah spesialis dalam algoritme personalisasi dan pada awalnya ditugaskan untuk menguji apakah sesuatu menggunakan bahasa yang diskriminatif atau ujaran kebencian.

Namun, Google mengklaim bahwa dia melanggar kebijakan kerahasiaannya dengan memposting percakapan secara online, serta disebut melakukan sejumlah langkah "agresif".

Kendati demikian, Juru bicara Google Brad Gabriel membantah keras klaim Lemoine bahwa LaMDA memiliki segala jenis kemampuan seperti makhluk hidup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini