Share

Asal-Usul Nama Strawberry Moon yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Selasa 14 Juni 2022 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 14 56 2611409 asal-usul-nama-strawberry-moon-yang-mungkin-belum-anda-ketahui-IUAHfEuyKg.jpg Asal-usul nama Strawberry Moon yang mungkin belum Anda ketahui (Foto: NJ/Lori M. Nichols)

JAKARTA - Asal-usul nama Strawberry Moon mungkin belum diketahui oleh semua orang. Istilah ini, merujuk sebuah fenomena astronomi Bulan Purnama Stroberi Super (Full Strawberry Supermoon) yang bakal terjadi sore nanti dan bisa disaksikan oleh penduduk Indonesia.

Fenomena Full Strawberry Supermoon sendiri, merupakan Purnama yang terjadi setiap Juni. Definisi ini, juga dapat dipakai untuk fase Bulan Baru.

Dilansir dari EDUSAINSA BRIN (LAPAN), Selasa (14/6/2022), bukan berarti karena namanya Purnama Stroberi makan Bulan berwarna kemerahan dan agak lancip di ujungnya seperti stroberi.

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangeran, menjelaskan bahwa asal-usul penamaan ini muncul karena dalam The Farmer's Almanac (Almanak Petani Amerika), di mana menandakan buah stroberi dipanen pada bulan Juni.

"Penamaan ini semata-mata untuk menandai musim yang timbul pada waktu-waktu tertentu bagi penduduk asli Amerika," kata Andi dalam keterangan resminya.

Andi menyampaikan, Bulan Purnama Stroberi kali ini terbilang istimewa karena bertepatan dengan Bulan Purnama Super (Full Supermoon) atau secara teknis disebut Perigeal Full Moon (Purnama Perige).

Lantas, kapan fenomena Bulan Purnama Stroberi Super ini bisa disaksikan di Indonesia?

Menurut Andi, Fenomena Bulan Purnama Stroberi Super akan berlangsung hari ini 14 Juni 2022, mulai jam 5 sore dan bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

"Untuk menyaksikan fenomena astronomis Bulan Purnama Stroberi Super, cukup arahkan pandangan sesuai arah terbit hingga terbenamnya Bulan pada waktu terbit hingga terbenam Bulan yang telah ditentukan sebelumnya," ujarnya.

Andi menegaskan, tidak dibutuhkan alat bantu optik untuk melihatnya, kecuali jika ingin mengabadikannya dalam bentuk citra foto atau rekaman video.

Andai demikian, tentu perlu teleskop atau binokuler/monokuler yang terhubung dengan kamera ponsel atau kamera CCD yang tersambung ke komputer atau laptop.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini