Share

Temuan Baru, Suhu Otak Manusia Bisa Lebih dari 40 Dejarat Celcius

Tangguh Yudha, Jurnalis · Selasa 14 Juni 2022 18:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 14 56 2611469 temuan-baru-suhu-otak-manusia-bisa-lebih-dari-40-dejarat-celcius-1ReMMsBw09.JPG Temuan baru, suhu otak manusia bisa lebih dari 40 derajat celcius (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Suhu tubuh manusia biasanya berada di sekitar 37 derajat celcius. Tetapi, temuan terbaru mengungkap bahwa hal yang sama tidak berlaku pada otak, di mana bisa lebih tinggi lagi suhunya.

Dilansir dari IFLScience, Selasa (14/6/2022), otak manusia yang sehat bisa lebih panas dari yang diperkirakan sebelumnya, yakni mencapai lebih dari 40 derajat celcius. Ini menjadi suhu tertinggi yang tercatat.

Dr John O'Neill, Pemimpin Kelompok di Laboratorium Dewan Penelitian Medis untuk Biologi Molekuler, mengatakan bahwa otak menjadi bagian tubuh yang paling hangat dibanding yang lainnya.

Dalam dalam jurnal Brain, suhu rata-rata otak adalah 38,5 derajat celcius lebih panas dari suhu rata-rata anggota tubuh lain.

Di daerah otak yang lebih dalam, suhu ditemukan sering melebihi 40°C, atau dapat menyentuh angka 40,9 derajat celcius.

Suhu otak memang tidak tetap. Studi menemukan, suhunya bervariasi lebih dari yang diperkirakan para ilmuwan, dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, siklus menstruasi, wilayah otak, dan waktu.

“Bagi saya, temuan paling mengejutkan dari penelitian kami adalah bahwa otak manusia yang sehat dapat mencapai suhu yang akan didiagnosis sebagai demam di tempat lain di tubuh," kata Dr John.

"Suhu tinggi seperti itu telah diukur pada orang dengan cedera otak di masa lalu, tetapi telah diasumsikan sebagai akibat dari cedera itu," tambahnya.

Suhu normal umumnya dianggap sama dengan bagian tubuh lainnya. Namun sekarang fakta menyatakan tidak demikian. Studi dilakukan dengan menggunakan data dari pasien cedera otak, yang otaknya dipantau secara langsung.

Suhu otak dapat diukur pada orang sehat menggunakan spektroskopi resonansi magnetik (MRS) yang merupakan teknik pemindaian otak non-invasif. Menggunakan MRS, tim memeriksa otak 40 orang sehat (20 pria dan 20 wanita dengan usia 20 hingga 40 tahun).

Pengukuran dilakukan tiga kali dalam sehari, menjadikannya pertama kalinya MRS digunakan untuk melacak perubahan suhu otak sepanjang hari. Dan pada akhirnya disimpulkan bahwa suhu otak berkisar antara 36,1 derajat celcius dan 40,9 derajat celcius.

Permukaan otak cenderung lebih dingin, sementara daerah yang lebih dalam ternyata sebagian besar lebih hangat. Talamus, misalnya, yang merupakan salah satu bagian terdalam dari otak, adalah tempat suhu tertinggi tercatat.

“Kami menemukan bahwa suhu otak turun di malam hari sebelum Anda tidur dan meningkat di siang hari. Ada alasan bagus untuk percaya bahwa variasi harian ini terkait dengan kesehatan otak jangka panjang - sesuatu yang kami harap untuk diselidiki selanjutnya,” terang Dr John.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini