Share

Fakta Ilmiah Simbiosis Kehidupan Hewan Ternyata Tercantum di Alquran

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Jum'at 17 Juni 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 56 2612842 fakta-ilmiah-simbiosis-kehidupan-hewan-ternyata-tercantum-di-alquran-k1bBFpU7BH.jpg Fakta ilmiah simbiosis kehidupan hewan ternyata tercantum di Alquran (Foto: iStock)

JAKARTA - Hewan memiliki perilaku simbiosis dengan makhluk lain dalam kehidupannya. Keadaan ini akan memberikan keuntungan kepada keduanya.

Diketahui, mereka dapat hidup bersama-sama dalam lingkungan serupa. Simbiosis ternyata sudah lama dijelaskan di kitab suci Alquran dan sains. Allah SWT berfirman:

قَالَ رَبُّنَا الَّذِيْٓ اَعْطٰى كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهٗ ثُمَّ هَدٰى

"Dia (Musa) menjawab: 'Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk'." (QS. Taha: 50)

Berdasarkan Buku Tafsir Ilmi Mengenai Hewan dalam Perspektif Alquran dan Sains (2012), dijelaskan bahwa ayat tersebut menunjukkan Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan akal, naluri, serta kodrat alamiah kepada semua makhluk, termasuk hewan, untuk melangsungkan kehidupannya.

Salah satu naluri yang dimilikinya ialah untuk bekerja sama di antara sejenisnya, baik yang menguntungkan kedua belah pihak maupun salah satunya.

Simbiosis sendiri terbagi menjadi dua macam, yakni di luar tubuh (ectosymbiosis) dan di dalam tubuh (endosymbiosis).

Simbiosis di luar tubuh, dicontohkan oleh kerja sama antara hewan kepik pada penyebaran benih tumbuhan dan simbiosis di dalam tubuh seperti jasad renik di dalam saluran pencernaan sapi.

Mutualisme merupakan salah satu bentuk simbiosis yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.

Misalnya, serangga membantu tumbuhan karena berperan dalam mentransfer dan mempertemukan sel jantan dan sel betina tumbuhan.

Baca Juga: Pelaku Illegal Fishing Asal India Meninggal Karena Sakit, KKP Berikan Penanganan Terbaik

Kemudian, ada simbiosis komensialisme. Berbeda dengan mutualisme, bentuk simbiosis ini hanya menguntungkan salah satu pihak.

Meski demikian, pihak lainnya tidak dirugikan atau mendapat keuntungan apa pun.

Contohnya ialah pada ikan badut dengan anemon laut. Dikarenakan tubuh ikan badut terlapisi lendir, hewan ini tidak menjadi mangsa dari anemon.

Sementara karena kekebalannya, ikan badut juga bisa bersembunyi dan terhindar dari buruan hewan lain.

Berkenaan dengan simbiosis, Allah Subhanahu wa ta'ala membimbing mereka untuk melakukan hubungan dan memberikan perilaku khas seperti dinyatakan dalam Surah Taha Ayat 50 sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini