Share

Mengenal Fenomena Twinned Rainbow, Ketika Muncul 2 Pelangi di Saat Bersamaan

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 17 Juni 2022 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 56 2613227 mengenal-fenomena-twinned-rainbow-ketika-muncul-2-pelangi-di-saat-bersamaan-QcffacRjOU.jpg Fenomena Twinned Rainbow. (Foto: BBC)

PERNAH dengan fenomena Twinned Rainbow? Twinned rainbow adalah peristiwa yang cukup sering terjadi, ketika ada dua pelangi yang terbentuk.

Dilansir dari metoffice.gov.uk, pelangi ganda terbentuk ketika sinar matahari dipantulkan dua kali dalam tetesan hujan, dengan cahaya ungu yang berasal dari titik hujan yang lebih tinggi dari posisi mata kita, dan cahaya merah dari titik hujan yang lebih rendah dari mata.

Fenomena ini pun relatif sering terjadi, terutama pada saat matahari sedang rendah di langit seperti di pagi hari atau sore hari. Pelangi kedua lebih redup dan nadanya lebih 'pastel' daripada pelangi utama, karena lebih banyak cahaya yang lolos dari dua pemantulan dibandingkan dengan satu pemantulan.

Pelangi sekunder juga tersebar di area langit yang lebih luas. Lebarnya hampir dua kali lipat dari busur utama. Fitur utama dari pelangi ganda adalah bahwa urutan warna pada pelangi kedua dibalik, jadi alih-alih merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila dan ungu (ROYGBIV), warna muncul dalam urutan terbalik VIBGYOR.

Twinned Rainbow

"Pita gelap antara dua pelangi dikenal sebagai pita Alexander, setelah Alexander dari Aphrodisias yang pertama kali menggambarkannya pada tahun 200AD," tulis informasi tersebut.

Pita terbentuk karena antara sudut deviasi pelangi primer dan sekunder tidak ada sinar matahari yang dihamburkan oleh tetesan air hujan ke arah pengamat yang memberikan pita langit gelap.

Ini berarti urutan warna terbalik dibandingkan dengan pelangi primer, dengan busur sekunder muncul sekitar 10 derajat di atas busur primer.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini