Share

Beda Platform, TikTok Tak Ingin Terlihat Mirip Facebook

Tangguh Yudha, Jurnalis · Senin 20 Juni 2022 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 54 2614608 beda-platform-tiktok-tak-ingin-terlihat-mirip-facebook-o94JxMECAZ.jpeg TikTom tak berniat tiru Facebook (Foto: CNBC)

PERSAINGAN antara Facebook dan TikTok semakin ketat setiap harinya. Diketahui saat ini Facebook terus mencoba untuk membuat platformnya semakin mirip dengan TikTok.

Tapi lucunya TikTok berlaku sebaliknya. Perusahaan asal China tersebut mengaku sama sekali tak ingin terlihat mirip dengan Facebook dan menegaskan bahwa platformnya jelas berbeda.

"Facebook adalah platform sosial. Mereka telah membangun semua algoritma berdasarkan grafik sosial. Itu adalah kompetensi inti mereka," kata seorang petinggi TikTok, Blake Chandlee.

TikTok

"Sementara platform kami tidak. Kami adalah platform hiburan, perbedaannya sangat signifikan. Dan jelas ini adalah perbedaan besar," lanjut Chandlee menambahkan.

Dengan “grafik sosial,” Chandlee mengacu pada data yang melacak hubungan antar individu yang dihasilkan oleh perusahaan seperti Facebook untuk memetakan hubungan penggunanya.

BACA JUGA : Uji Tampilan Feed Layar Penuh, Instagram Makin Mirip TikTok!

Dan Chandle sangat tahu itu, mengingat sebelum pindah ke TikTok pada 2019, ia adalah seorang eksekutif di Facebook selama 12 tahun, untuk memimpin kemitraan global perusahaan.

BACA JUGA : Main TikTok Tak Lagi Lupa Waktu, Kini Ada Fitur Screentime Control!

Chandlee mengatakan bahwa pengalamannya di Facebook telah mengajarinya bahwa TikTok akan menang dalam pertempuran saat ini, melansir dari The Verge, Senin (20/6/2022).

"Kami benar-benar hebat dalam apa yang kami lakukan. Kami menghadirkan tren budaya ini dan pengalaman unik yang dimiliki orang-orang di TikTok," ungkap chandlee.

"Mereka tidak akan memilikinya di Facebook kecuali jika Facebook sepenuhnya meninggalkan nilai-nilai sosialnya, yang menurut saya tidak akan berhasil," paparnya.

Hingga saat ini, TikTok memang sama sekali tidak berfokus pada koneksi sosial, meskipun pada dasarnya perusahaan sangat ingin mendapatkan akses ke buku kontak pengguna.

Namun dengan menekankan diri sebagai aplikasi hiburan daripada aplikasi sosial, mungkin perusahaan berharap dapat menghindari beberapa masalah yang dihadirkan Facebook.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini