Share

Ada Fenomena Darah Salju di Alpen, Terkait Krisis Iklim?

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Rabu 22 Juni 2022 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 56 2615985 ada-fenomena-darah-salju-di-alpen-terkait-krisis-iklim-Ilx2ui15pM.jpg Ada fenomena darah salju di Alpen, terkait krisis iklim? (Foto: Wikimedia Commons)

JAKARTA - Ada fenomena darah salju di Alpen, dan sepertinya terkait dengan krisis iklim yang sedang dialami oleh Bumi. Bagaimana penjelasannya?

Sambil berdiri di atas lereng bersalju sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut, ilmuwan Eric Marechal memegang sebuah tabung berisi alga merah tua yang dikenal sebagai "darah salju".

Fenomena "darah salju" mempercepat pencairan salju di Alpen yang membuat para ilmuwan khawatir.

"Alga ini berwarna hijau. Tetapi di salju, alga ini mengumpulkan sedikit pigmen seperti tabir surya untuk melindungi dirinya," kata Marechal, Direktur penelitian di Pusat Nasional Penelitian Ilmiah di Grenoble, Prancis, dikutip Antara, Rabu (22/6/2022).

Bersama anggota timnya, dia sedang mengumpulkan sampel untuk pengujian laboratorium. Di dekat kakinya, sepetak salju merah terlihat berkilauan di bawah sinar matahari.

Alga tersebut dideskripsikan pertama kali oleh Aristoteles pada abad ketiga Sebelum Masehi, namun baru pada 2019 diidentifikasi secara formal dan diberi nama Latin Sanguina nivaloides.

Para ilmuwan kini berlomba memahaminya dengan lebih baik sebelum terlambat, karena volume salju berkurang akibat kenaikan suhu global yang melanda pegunungan Alpen.

Marechal mengatakan ada dua alasan kenapa mempelajari alga tersebut.

"Pertama, ini adalah kawasan yang baru sedikit dieksplorasi dan kedua, kawasan ini sedang meleleh di depan mata kita jadi (persoalan) ini sangat mendesak," katanya.

Beberapa ilmuwan, termasuk Alberto Amato, periset rekayasa genetika di CEA Centre de Grenoble, mengatakan volume alga tersebut sepertinya terus bertambah akibat perubahan iklim, ketika atmosfer mengandung lebih banyak karbon dioksida yang mendukung pertumbuhannya.

Meski penelitian masih berlangsung, sudah bisa dipastikan bahwa keberadaan alga itu mempercepat pencairan salju karena pigmen yang dikandungnya mengurangi kemampuan untuk memantulkan panas matahari.

Alga-alga jenis lain, termasuk yang berwarna ungu, dan jelaga dari kebakaran hutan juga memiliki efek serupa. Jika alga itu menyebar, salju dan gletser di seluruh dunia akan cepat mencair.

"Makin hangat udaranya, makin banyak alga di sana dan lebih banyak salju akan mencair dengan cepat," terangnya.

"Ini adalah lingkaran setan dan kita berusaha untuk memahami semua mekanisme, memahami lingkaran ini, sehingga kita dapat mencoba berbuat sesuatu tentang hal itu," lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini