Share

Studi Baru Ungkap Tungau Hidup Bahagia di Wajah Manusia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 56 2616640 studi-baru-ungkap-tungau-hidup-bahagia-di-wajah-manusia-MgUfYimuC3.jpg Studi baru ungkap tungau hidup bahagia di wajah manusia (Foto: Sky News)

JAKARTA - Peneliti merilis studi baru yang mengungkapkan bahwa tungau hidup bahagia di wajah manusia dan berkembang biak di sana. Lokasi keberadaan tungau ini pun ditemukan peneliti.

Tungau yang dimaksud bernama Demodex folliculorum. Tungau jenis ini memang hanya hidup di kulit manusia, tepatnya di area wajah. Siklus hidupnya 14-16 hari, sama seperti cacing.

"Tungau Demodex folliculorum ditemukan di wajah manusia. Ia tidak menyebabkan kerusakan apapun," terang laporan studi, dikutip dari laman Indy100, Kamis (23/6/2022).

Lantas, di mana letak keberadaan tungau ini?

Peneliti menemukan bahwa tungau Demodex folliculorum paling banyak ditemukan di area wajah dengan produksi minyak terbanyak, yaitu di pipi, hidung, dan dahi.

Tidak hanya di sana, tungau pun dilaporkan ada di kelopak mata, telinga, dan area wajah lainnya dengan jumlah yang lebih sedikit.

"Selama musim semi dan musim panas jumlah tungau ini lebih tinggi," tambah studi tersebut.

Bagaimana tungau ini hidup bahagia di kulit manusia?

Menurut Science Alert, Demodex folliculorum berevolusi dari ektoparasit menjadi simbion internal yang mana mereka saling berhubungan dengan inangnya sendiri.

Artinya, tungau jenis ini mungkin secara bertahap bergabung dengan tubuh manusia dan hidup secara permanen bersama manusia.

"Kami menemukan tungau ini memiliki susunan gen bagian tubuh yang berbeda dengan spesies serupa lainnya. Itu karena mereka beradaptasi dengan kulit manusia, tepatnya di area pori-pori," terang Ahli Biologi Invertebrata University of Reading, Alejandra Perotti.

Lebih jauh, DNA tungau ini spesial. Mereka menghasilkan beberapa fitur dan perilaku yang tidak biasa. Sebut saja organ reproduksinya, tungau ini punya alat kelamin yang mengarah ke atas dari punggung.

Dengan jenis kelamin seperti itu, peneliti meyakini jika tungau tersebut selalu siap untuk kawin.

Peneliti juga menemukan hal baru, tungau ini punya anus, padahal bertahun-tahun lamanya peneliti meyakini tungau tidak beranus.

Sayangnya, kotoran yang keluar dari anus tertahan di tubuh mereka sendiri, artinya tungau ini menumpuk limbah di tubuh mereka sampai mati dengan cara 'meledak' dan proses itu berpotensi menyebabkan gangguan pada kulit wajah dalam beberapa kasus.

"Selama ini tungau dianggap membawa hal buruk. Padahal, ada kemungkinan hadirnya tungau di kulit manusia bisa saja penting sebagai penjaga pori-pori di wajah tetap terbuka," ungkap Ahli Zoologi Universitas Bangor Argentina, Henk Braig.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini