Share

Bangga! Teknologi Lengan Palsu Anak Bangsa Juarai Kompetisi Skala Internasional

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 56 2616752 bangga-teknologi-lengan-palsu-anak-bangsa-juarai-kompetisi-skala-internasional-tLjqz6FXl6.jpeg Teknologi lengan palsu anak bangsa juarai kompetisi skala internasional (Foto: Dok. Karla Bionics)

JAKARTA - Karla Bionics menjadi peserta pertama dari Indonesia yang mengikuti CYBATHLON Challenges 2022 di Zurich, Swiss, dan berhasil menjadi juara ketiga di kompetisi bagi para ilmuwan, peneliti, dan penyandang difabel tersebut.

Lewat teknologi lengan prostesis-nya, Karla Bionics mengikuti kompetisi pada disiplin Arm Prosthesis Race (ARM) untuk menguji lengan prosthesis K22BP yang merupakan lengan prosthesis hasil pengembangan ilmuwan binaan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Lengan palsu tersebut, diuji dengan mempertimbangkan keterjangkauan (affordable), sehingga dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat yang memiliki kendala.

Ajang CYBATHLON Challenges sendiri, memiliki empat disiplin kompetisi, yaitu Arm Prosthesis Race (ARM), Exoskeleton Race (EXO), Leg Prosthesis Race (LEG), dan Wheelchair Race (WHL).

Lebih lanjut, pengguna lengan prostesis atau pilot dalam kompetisi ini adalah Yayat Supriatna. Ia merupakan seorang drummer rock penyandang difabel yang telah bekerja sama dengan Karla Bionics untuk mengembangkan lengan protesis ini.

Pada kompetisi itu, bukan hanya performa teknologi yang diuji, melainkan juga ketangkasan pilot dalam mengendalikan teknologi tersebut.

Meski teknologi lengan prostesis ciptaan Karla Bionics terbilang sederhana dibandingkan para pesaingnya, tetapi berkat harmonisasi ketangkasan Yayat sang pilot dan teknologi yang ramah guna, performa perdana Karla Bionics di CYBATHLON Challenge berhasil memukau berbagai pihak di kompetisi tersebut.

"Dengan pendekatan yang sesuai dengan sosial dan ekonomi Indonesia, secara fungsi lengan prosthesis ini setara dengan teknologi yang berkembang di negara Barat," kata Wildan Trusaji, Inventor dan Team Manager Karla Bionics, berdasar keterangan tertulis yang diterima MNC Portal, Kamis (23/6/2022).

Proses persiapan Yayat dan tim Karla Bionics sendiri terbilang singkat untuk kompetisi ini, namun Yayat diketahui begitu cekatan dalam menemukan berbagai strategi yang tepat untuk memindahkan setiap benda secara cepat, efisien, dan tanpa kesalahan.

Syaiful Hammam, Desainer Lengan Prostesis K22BP Karla Bionics, mengatakan, triknya untuk bisa mencapai kesuksesan ini adalah sering latihan.

"Awalnya kami coba dari benda-benda yang mirip, seperti kunci, pulpen, kartu, kelereng, hingga koin. Dicoba semua sampai masing-masing dari kami tahu cara pegang dan cara pindahinnya dengan tepat," ujar Syaiful.

Proses pengembangan lengan prosthesis K22BP

Proses pengembangan lengan prostesis K22BP telah berjalan selama lima tahun dengan fokus dari awal untuk menyelesaikan masalah lengan prostesis yang fungsional dan rendah biaya.

Hambatan terbesar dalam proses pengembangan ini justru terletak pada proses pencarian filosofi utama dari lengan bionik itu sendiri, baru kemudian menentukan mekanisme lengan bionik yang sesuai.

Setelah melalui banyak riset dan komunikasi langsung dengan penyandang difabel sendiri, seperti Yayat Supriatna mengenai kebutuhan seorang difabel akan lengan prostesis, maka akhirnya Karla Bionics merumuskan bahwa filosofi atau konsep lengan palsu tidak boleh menyerupai lengan biasa agar para difabel tidak perlu menutupi kekurangannya.

"Ketika difabel yang dalam keadaan mental yang belum ‘baik’ dalam menerima keadaannya, kami berikan lengan prostesis secara cuma-cuma, mereka lebih menginginkan lengan manekin yang menyerupai lengan untuk menutupi keadaannya," papar Wildan.

Berdasarkan hal tersebut, lengan prostesis yang didesain Karla Bionics ditujukan untuk merayakan keunikan. Tampilannya pun dibuat nampak seperti robotik untuk memberikan kesan pertama yang kuat bagi siapa saja yang melihatnya.pesan

Harapannya, sambung Wildan, melalui lengan prostesis K22BP pihaknya dapat menyebarkan  #proudactive yang memiliki makna menerima kondisi diri saat ini dengan bangga serta tetap aktif melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan terdekatnya.

"Proses pembuatan lengan prostesis K22BP menggunakan prinsip mekanisme whippletree untuk menciptakan fitur cengkraman yang intuitif melalui tenaga tubuh," tutur Wildan.

Kemudian untuk menambah kepercayaan diri penggunanya, lengan ini dibuat dengan tampilan bionik dari bahan Polyvinyl Chloride yang dipanaskan, sehingga membentuk lengan.

Selain itu, lengan ini juga mengadaptasi soket dari struktur sepatu lari yang membuatnya nyaman digunakan dalam waktu lama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini