Share

4 Tips untuk UMKM yang Ingin Ekspansi ke Dunia Digital

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 26 54 2618595 4-tips-untuk-umkm-yang-ingin-ekspansi-ke-dunia-digital-fCFOj4AkIY.jpg 4 tips untuk UMKM yang ingin ekspansi ke dunia digital (Foto: RedBalloon)

JAKARTA - Ekspansi ke dunia digital diyakini bisa membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bertahan pada masa sulit pandemi sekarang ini.

Data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menunjukkan, ada 17,25 pelaku UMKM yang masuk ekosistem digital per Februari 2022.

Selain berjualan online, adalah penting bagi pelaku usaha memahami pemasaran digital agar bisnis mereka terus bertumbuh.

Google Indonesia, dikutip dari Antara, Senin (27/6/2022), membagikan empat tips bagi UMKM yang ingin "go digital", menyambut Hari UMKM Internasional setiap 27 Juni.

1. Tujuan "go digital"

Pelaku usaha sebaiknya memahami apa tujuan mereka masuk ke platform online. Secara garis besar, "go digital" bukan sekedar mendaftarkan nama bisnis ke lokapasar online, namun, untuk menemukan pelanggan baru, meningkatkan efektivitas kerja dan mengembangkan peluang bisnis.

2. Gunakan peralatan digital

Tujuan masuk ke ekosistem digital bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, misalnya mengoptimalkan alat (tool) yang diberikan platform.

Misalnya, gunakan Google Bisnisku untuk mendaftarkan usaha, lalu, untuk meningkatkan efektivitas kerja, gunakan email, kalendar, penyimpanan awan dan aplikasi panggilan video.

Manfaatkan juga Google Analytics dan Google Trend untuk melihat keinginan konsumen dan mengembangkan peluang bisnis.

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

3. Pahami perilaku pelanggan

Memahami perilaku dan keinginan pelanggan dinilai penting untuk mulai masuk ke platform digital. Bagi pelanggan, belanja online perlu disikapi secara hati-hati apalagi jika mereka belum pernah belanja di toko online tersebut. Mereka akan melihat situs dan testimoni konsumen lain sebelum membeli produk.

Pelaku usaha bisa menyalakan fitur obrolan (chat) supaya pelanggan bisa menjangkau mereka. Bagi pelaku usaha, fitur obrolan ini bisa membuka peluang menghasilkan penjualan.

4. Perkuat kemampuan digital

Google mengutip data Deloitte, baru 9 persen UKM Indonesia yang memiliki kemampuan tingkat lanjutan seperti bisnis e-commerce, sementara 18 persen menggunakan media sosial (menengah).

Sebanyak 37 persen sudah punya perangkat digital, namun, belum digunakan untuk transaksi (kemampuan dasar). Deloitte juga menemukan ada 36 persen yang belum memiliki perangkat digital.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini