Share

Kota Zaman Perunggu di Irak Muncul ke Permukaan Akibat Kekeringan Ekstrem

Christabel Reviana Kusuma Putri, Jurnalis · Minggu 26 Juni 2022 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 26 56 2618521 kota-zaman-perunggu-di-irak-muncul-ke-permukaan-akibat-kekeringan-ekstrem-BL6OP78Pe5.jpg Kota zaman perunggu di Irak muncul ke permukaan akibat kekeringan ekstrem (Foto: Tubingen University)

JAKARTA - Para arkeolog dibuat takjub dikarenakan munculnya sebuah kota luas yang berusia 3.400 di Irak, hal ini terjadi setelah permukaan air waduk turun drastis akibat kekeringan ekstrem.

Arkeolog yang berasal dari Kurdi dan Jerman telah menggali pemukiman di waduk Mosul, di sepanjang sungai Tigris tepatnya pada wilayah Kurdistan, Irak utara, pada bulan Januari dan Februari yang lalu.

Proyek ini, bekerja sama dengan Direktorat Purbakala dan Warisan di Duhok dengan tujuan melestarikan warisan budaya daerah tersebut untuk generasi yang akan datang.

Dilansir dari NTD, Minggu (26/6/2022), situs arkeolog di Kemune ini diyakini sebagai kota Zaman Perunggu Zakhiku, Pusat utama Kerajaan Mittani yang berkuasa dari tahun 1350 SM.

Menurut Ivana Puljiz, seorang professor junior di departemen arkeolog dan asyurologi timur Universitas Freiburg di Breisgau, Jerman, wilayah kerajaan Mittani membentang dari Laut Mediterania sampai dengan Irak utara.

Berpacu dengan Waktu

Kota Zakhiku tenggelam di bawah air setelah pemerintah Irak membangun Bendungan Mosul, tepat pada tahun 1980-an.

โ€œKarena tekanan waktu yang sangat besar, kami menggali dalam suhu yang tidak menentu, tidak tahu kapan air akan naik lagi dan berapa lama waktu yang kami miliki,โ€ ujar Puliz.

Sebuah istana dikabarkan terlihat pada kota yang tenggelam ini pada tahun 2018. Beberapa hal ditemukan, seperti benteng lengkap dengan menara dan dinding serta bangunan penyimpanan yang bertingkat.

Struktur bangunannya terbuat dari batu bata lumpur. Tetapi, Zakhiku sempat di landa gempa Bumi sekitar tahun 1350 SM, yang berakibat dinding atas runtuh dan menutupi bangunan tersebut.

Baca Juga: Kawal Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya, KKP Siapkan Pengawas Perikanan Andal

Melestarikan Masa Lalu

Berdasarkan keterangan Puljiz, sedikit orang yang mengetahui kehidupan Mittani kuno, sebagian besar karena fakta bahwa para peneliti belum dapat mengidentifikasi Ibu Kota kerjaan atau arsip dari Mittani Kuno.

Namun, artefak yang baru-baru ini ditemukan, dapat menjadi petunjuk dan memberikan wawasan terkait dengan kehidupan Mittani kuno.

Para Arkeolog menemukan lima bejana kramik. Penemuan ini diyakini berasal dari periode Asyur Tengah, yang berlangsung daru 1350 SM.

Semua artefak yang digali, termasuk loh batu, disimpan di Museum Nasional Duhok.

Sebelum kota ini menghilang, para peneliti mencegahnya dengan menutupi reruntuhan dengan lembaran plastik ketat yang diikat dengan batu dan krikil.

Puljiz berharap langkah yang dibuat ini dapat melindungi situs kuno ini dari erosi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini