Share

Pemerintah Bangun Pusat Bedah Robotik di 2 Rumah Sakit

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 56 2619116 pemerintah-bangun-pusat-bedah-robotik-di-2-rumah-sakit-ZkNAvuCPAk.jpg Pemerintah bangun pusat bedah robotik di 2 rumah sakit (Foto: Sky News)

JAKARTA - Pemerintah sedang membangun pusat bedah robotik di dua Rumah Sakit Vertikal Kemenkes, yakni RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Proyek ini bukan hanya bertujuan meningkatkan layanan kesehatan, tetapi juga bernilai ekonomi dan edukasi.

Dengan diberikannya akses transfer pengetahuan dan alih teknologi, industri dalam negeri mampu memproduksi alat dan sparepart-nya di dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencukupi.

"Proyek robotik merupakan proyek multi tahun yang bertujuan untuk meningkatkan akses layanan dan mutu layanan kesehatan untuk daerah yang tidak terjangkau di Indonesia," kata Staf Khusus Menkes Bidang Ketahanan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan Prof. Laksono Trisnantoro, dikutip Senin (27/6/2022).

Strateginya, sambung Laksono, menggunakan Robotic Telesurgery sebagai bagian dari program telemedisin.

Menurut Dokter Ahli Bedah Robotik di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, dr. Reno Rudiman, program robotic telesurgery telah berjalan di RSHS sejak 2020 lalu.

Robotic Sina misalnya, robot bedah di RS Hasan Sadikin yang melakukan pembedahan menggunakan instrumen moduler masing-masing tower, sehingga pergerakkannya lebih fleksibel.

Baca Juga: Kawal Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya, KKP Siapkan Pengawas Perikanan Andal

"Instrumen yang digunakan Sina memiliki ukuran 5 mm sehingga luka yang diakibatkan operasi bisa lebih minimally invassive lagi,” ucap dr. Reno.

Proyek robotic telesurgery ini, merupakan bagian transformasi sistem kesehatan yang diinisiasi oleh Kemenkes, terdiri dari gabungan 4 pilar Transformasi Kesehatan.

Keempat pilar tersebut, antara lain Transformasi Layanan Rujukan, Pembiayaan Kesehatan, Ketahanan Industri Alkes, dan SDM Kesehatan.

Maka dari itu, program ini mendukung transformasi layanan sekunder berbasis teknologi kesehatan melalui layanan operasi/bedah jarak jauh.

Di masa mendatang, teknologi ini diharapkan dapat menurunkan pasien rujukan ke RS tipe A atau RS Rujukan Nasional dengan pelayanan bedah jarak jauh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini