Share

Hacker Rusia Serbu Lithuania, Sasar Berbagai Sektor

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 54 2619751 hacker-rusia-serbu-lithuania-sasar-berbagai-sektor-No8Im2IcGk.jpg Hacker Rusia serbu Lithuania, sasar berbagai sektor (Foto: News24)

JAKARTA - Peretas (hacker) Rusia dilaporkan telah menyerbu situs pemerintah dan swasta di Lithuania, buntut dari larangan transit barang di negara tersebut untuk menuju Kaliningrad.

"Sasaran utama ada institusi negara, institusi transportasi dan situs media," kata Wakil Menteri Pertahanan Lithuania, Margiris Abukevicius, dikutip dari Antara, Selasa (28/6/2022).

Kaliningrad adalah wilayah eksklave Rusia, terletak di antara Uni Eropa, Polandia dan Lithuania, kedua negara yang disebut belakangan adalah anggota NATO.

Dietahui, Kaliningrad bisa diakses melalui kereta api dari wilayah Lithuania.

Lembaga perpajakan Lithuania mengatakan, mereka menghentikan aktivitas karena banyak upaya peretasan terhadap sistem mereka. Mereka menegaskan, semua data aman.

Grup peretas Rusia bernama Killnet mengklaim tanggung jawab atas serangan distributed denial of service tersebut (DDoS).

"Serangan akan terus berlanjut sampai Lithuania mencabut blokade. Kami sudah menghancurkan 1.652 sumber web. Dan serangan ini baru dimulai," ujar Killnet.

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

Abukevicius menyampaikan, serangan sudah terlihat sejak 21 Juni. Dewan Keamanan Rusia pada 22 Juni menyatakan pembalasan terhadap blokade pengiriman.

Mereka menyebutkan bahwa peristiwa ini akan "membawa dampak negatif serius terhadap populasi Lithuania".

Pusat Keamanan Siber Nasional Lithuania memprediksi serangan ini, atau dalam skala yang lebih besar masih akan berlangsung sampai beberapa hari mendatang, diperkirakan menyasar sektor transportasi, energi dan keuangan.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrel pekan lalu menyatakan Lithuania "baru saja menerapkan sanksi Uni Eropa" soal menghentikan transportasi beberapa barang ke Kaliningrad.

Sejauh ini, negara tersebut belum mengambil keputusan yang bersifat unilateral.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini