Share

Ilmuwan Jelaskan Bulan Penyebab Pasang Surut Air Laut dan Termuat di Alquran

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 56 2619934 ilmuwan-jelaskan-bulan-penyebab-pasang-surut-air-laut-dan-termuat-di-alquran-jVAJAkXuW8.jpg Ilmuwan jelaskan Bulan penyebab pasang surut air laut dan termuat di Alquran (Foto: Lunar Land)

JAKARTA - Sudut pandang Alquran dan sains telah lama mengungkapkan, pasang surut air laut salah satunya akibat keberadaan Bulan.

Dijelaskan bahwa sesungguhnya jarak di antara benda-benda di angkasa memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gravitasi. Allah Subhanahu wa ta'ala pun berfirman:

الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ

Artinya: "Matahari dan Bulan beredar menurut perhitungan." (QS. Ar-Rahman: 5)

Dikutip dari 'Buku Pintar Alquran dalam Sains, Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah' karya Dr Nadiah Thayyarah, seandainya jarak antara Bumi dan Bulan terlalu dekat, tentu hal itu akan menyebabkan meningkatnya persentase lautan sehingga lautan menutupi daratan dan lenyaplah kehidupan di permukaan Bumi.

Kemudian, tentu Bulan akan tertarik oleh gaya gravitasi Bumi. Hal itu akan menyebabkan Bulan menambrak Bumi dan musnahlah kehidupan.

Namun, seandainya Bulan menjauh dari Bumi dan jarak di antara keduanya bertambah lebar, tentu tidak akan terjadi fenomena pasang surut air laut di muka Bumi dan Bulan akan tertarik oleh gaya gravitasi planet lain.

Selain itu, Bumi akan berotasi hanya dalam waktu 4 jam untuk sekali siklus rotasi sehingga panjang malam hanya 2 jam dan panjang siang pun hanya 2 jam.

Lalu, Bulan juga bertanggung jawab atas fenomena pasang surut air laut. Pasang adalah meningkatnya ketinggian air laut beberapa meter dan menurun lagi. Hal ini, terjadi sebanyak dua kali dalam sehari.

Ketika Bulan purnama tiba, pengaruh Bulan terhadap fenomena pasang surut semakin besar. Naik turunnya ketinggian air laut pada saat purnama pun lebih tinggi.

Misalnya, diasumsikan bahwa perbedaan air pada saat pasang dan surut adalah setengah meter di tengah laut, sementara di pantai perbedaannya mencapai 2 meter.

Fenomena pasang surut baru diketahui sebab-sebab ilmiahnya pada abad ke-18 oleh ilmuan Newton. Ia mengaitkannya dengan gravitasi bulan.

Sains modern telah membuktikan bahwa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan sanggat terpengaruh oleh Bulan purnama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini