Share

Ilmuwan Temukan Cara Tumbuhkan Tanaman Tanpa Sinar Matahari

Tangguh Yudha, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2022 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 56 2619975 ilmuwan-temukan-cara-tumbuhkan-tanaman-tanpa-sinar-matahari-Ixvq0sd0VY.jpeg Ilmuwan temukan cara tumbuhkan tanaman tanpa sinar Matahari (Foto: UCR/Marcus Harland-Dunaway)

“Menggunakan pengaturan elektrolisis CO2 tandem dua langkah canggih yang dikembangkan di laboratorium kami, kami dapat mencapai selektivitas tinggi terhadap asetat yang tidak dapat diakses melalui rute elektrolisis CO2 konvensional,” ujar peneliti lain, Feng Jiao.

Berbagai organisme penghasil makanan, termasuk ganggang hijau, ragi dan, miselium jamur yang menghasilkan jamur dapat tumbuh dalam gelap langsung pada keluaran elektroliser yang kaya asetat.

Para peneliti mengatakan, produksi ganggang menggunakan teknologi ini sekitar empat kali lebih hemat energi daripada menumbuhkannya secara konvensional menggunakan fotosintesis alami, dan produksi ragi hampir 18 kali lebih efisien daripada cara budidaya biasanya.

"Kami mampu menumbuhkan organisme penghasil makanan tanpa kontribusi apa pun dari fotosintesis biologis. Biasanya, organisme ini dibudidayakan pada gula yang berasal dari tanaman atau input yang berasal dari minyak bumi" ungkap Elizabeth Hann, penulis utama studi tersebut.

“Teknologi ini merupakan metode yang lebih efisien untuk mengubah energi matahari menjadi makanan, dibandingkan dengan produksi makanan yang mengandalkan fotosintesis biologis,” tambahnya.

Para peneliti mengutarakan, berbagai tanaman dapat mengambil asetat yang dihasilkan dan membangunnya menjadi blok pembangun molekul utama yang dibutuhkan organisme untuk tumbuh dan berkembang.

Menggabungkan pendekatan ini dengan sistem yang ada untuk menghasilkan energi dari sinar Matahari, dapat meningkatkan efisiensi konversi energi Matahari menjadi makanan sekitar empat kali lipat dibanding tengan fotosintesis alami.

Menurut para ilmuwan, membebaskan ketergantungan tanaman pada Matahari dan menggunakan fotosintesis buatan dapat membuka pintu bagi produksi pangan dalam kondisi yang semakin sulit yang disebabkan oleh krisis iklim.

“Menggunakan pendekatan fotosintesis buatan untuk menghasilkan makanan bisa menjadi perubahan paradigma tentang cara kita memberi makan orang. Dengan meningkatkan efisiensi produksi pangan, lebih sedikit lahan yang dibutuhkan, mengurangi dampak pertanian terhadap lingkungan,” papar Dr Jinkerson.

“Dan untuk pertanian di lingkungan non-tradisional, seperti luar angkasa, peningkatan efisiensi energi dapat membantu memberi makan lebih banyak anggota kru dengan input yang lebih sedikit,” jelas dia.

Baca Juga: Rayakan Satu Tahun, BuddyKu Fest Hadirkan Sesi Media Challenges

Follow Berita Okezone di Google News

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini