Share

Beli BBM di SPBU Lewat MyPertamina dan Akses Ponsel, Amankah?

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2022 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 56 2620232 beli-bbm-di-spbu-lewat-mypertamina-dan-akses-ponsel-amankah-gpP4HOqR9T.jpg Beli BBM di SPBU lewat MyPertamina dan akses ponsel, amankah? (Foto: Antara)

JAKARTA - Di stasiun Pengisian Bahan Bakar Uumum (SPBU), sudah tidak asing pemberitahuan larangan mengakses ponsel saat beli Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya untuk pertalite dan solar.

Kendati demikian, sekarang PT Pertamina mengatur pembelian petalite dan solar melalui aplikasi MyPertamina, artinya harus mengakses ponsel di SPBU.

Amankah beli BBM di SPBU lewat MyPertamina dan mengakses ponsel?

Diolah dari laman lipi.go.id, Rabu (29/6/2022), ancaman timbulnya ledakan akibat penggunaan ponsel maupun ancaman keselamatan lainnya ternyata tidak semuanya benar.

Menurut Peneliti Utama Elektromagnetik Desain, Pusat Penelitan Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Harry Arjadi, larangan mengaktifkan ponsel di area SPBU bukan karena bisa meledak seperti yang dipikirkan.

Harry mengatakan, potensi terjadinya ledakan sangatlah kecil atau bahkan tidak akan meledak.

"Pasalnya, radiasi elektromagnetik yang ditimbulkan oleh ponsel sudah tercampur dan terurai dengan komponen di udara. Jadi tidak mungkin meledak," ujar Harry.

Dia mengungkapkan, kerugian sebenarnya ada pada si konsumen pengguna ponsel itu sendiri. Sebenarnya, larangan tersebut ditujukan untuk melindungi akurasi takaran mesin elektrik pompa BBM.

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

"Gelombang elektromagnetik yang dikeluarkan oleh ponsel bisa memengaruhi kinerja mesin elektrik pompa BBM," ujarnya.

Jika gelombang yang ditimbulkan dari ponsel tersebut terlampau besar, maka bentuk terganggunya kinerja mesin elektrik pompa BBM itu adalah terjadinya kesalahan takaran BBM yang diinginkan.

"Misalnya, jika dipencet tombol perintah mengeluarkan jenis bensin 10 liter, maka yang keluar hanya satu liter. Atau malah sebaliknya," papar dia.

Oleh sebabnya, dia menegaskan bahwa tentu saja kondisi ini akan merugikan konsumen, jika takarannya lebih sedikit dari yang dibayarkan. Begitu pula jika takarannya ternyata melebihi yang sudah dibayarkan, berarti itu akan merugikan pengelola SPBU.

Atas dasar itu, Harry menekankan perlunya ada uji Electromagnetic Compatibility (EMC), untuk menguji apakah suatu produk teknologi mampu beroperasi normal dan aman bagi penggunanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini