Share

Bakteri Diprogram Peneliti untuk Bersihkan Air Minum dari Racun

Syifa Fauziah, Jurnalis · Jum'at 01 Juli 2022 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 56 2621614 bakteri-diprogram-peneliti-untuk-bersihkan-air-minum-dari-racun-Pulg0TWZ0K.JPG Bakteri diprogram peneliti untuk bersihkan air minum dari racun (Foto: iStock)

JAKARTA - Proyek kolaboratif merekayasa bakteri sintesis sedang dilakukan, tujuannya untuk menetralkan racun yang ditemukan dalam air minum.

Penelitian ini, melibatkan Asisten Profesor Universitas Massachusetts Amherst, Lauren Andrews, bersama Anggota Fakultas Marvin di departemen teknik kimia, Eva Schlanger.

Proyek kolaboratif merekayasa bakter ini, merupakn program yang dikenal sebagai sirkuit genetik antarspesies dari komunitas bakteri sintetis, melibatkan kolaborasi interdisipliner di bidang-bidang seperti teknik kimia, biologi sintetik, ilmu komputer, dan teknik elektro.

"Kami membuat program interaksi dinamis dan komunikasi biokimia antara spesies bakteri yang berbeda menggunakan bahasa universal baru,” kata Andrews, seperti dikutip dari Science Blog, Jumat (1/7/2022).

Andrews mengatakan, di alam ini bakteri gram negatif dan gram positif diketahui menggunakan berbagai jenis komunikasi biokimia dan molekul sinyal antar sel.

Sementara itu, Andrews menambahkan, dirinya dapat menggunakan kedua jenis bakteri dan tidak membatasi keragaman dari apa yang bisa direkayasa.

“Kami bertujuan untuk memahami mengapa, jika kami dapat merekayasa secara sintetis jenis baru komunikasi antar sel dan bakteri yang berbeda itu tidak ada di alam,” kata Andrews.

Andrews akan memimpin upaya komunikasi antar sel yang dikenal sebagai pensinyalan sel-sel.

Peneliti utama di Universitas Boston, sekaligus profesor di bidang teknik listrik dan komputer, Douglas Densmore, juga akan terlibat dalam proyek ini.

Laboratoriumnya, akan jadi basis pengembangan perangkat mikrofluida yang bakal digunakan untuk menyebarkan bakteri dan membaginya ke wadah untuk mempelajari dan secara tepat mengontrol jenis dan waktu interaksi dalam sistem.

“Komunikasi antar sel dan bakteri dan kemampuan kita untuk secara tepat mengontrol komunikasi itu memiliki potensi untuk menunjukkan bagaimana paradigma komputasi yang dipahami dengan baik dapat ditegakkan dalam biologi,” ujar Densmore.

“Prinsip-prinsip komputasi yang diterapkan pada biologi akan secara signifikan meningkatkan kemampuan kami untuk merekayasa aplikasi baru," sambungnya.

Sirkuit genetik yang dibuat untuk proyek ini, dirancang khusus untuk menonaktifkan kontaminan air tertentu, termasuk logam berat merkuri, kadmium, serta toluena kimia industri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini